Di Bawah Pohon Nangka, Keperawanan Anak Ini Terpaksa Hilang

TALISAYAN – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terulang. Kali ini terjadi di areal PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation (TBP), tepatnya di Tehem Divisi VI yang berada di RT 07 Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih. Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi Rabu (12/07/2017) lalu, sekitar pukul 21.00 Wita.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid. Dikatakannya, pelaku pencabulan yang bernama Alfridus Chandra Ena (20) telah diamankan di Mapolsek Talisayan lantaran dilaporkan oleh Yohanes Tua Mukin (52) yang tidak lain adalah ayah korban, Fe (15).

"Begitu dapat laporan, kita langsung mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan," ungkapnya pada beraunews.com, Jumat (14/07/2017).

Berdasarkan kronologi peristiwa tersebut, pada Rabu malam lalu, tepatnya pukul 22.00 Wita, ibu korban, Benedikta Kenila Muda, menanyakan kepada suaminya terkait keberadaan anaknya yang sudah mulai larut malam belum pulang ke rumah. Karena khawatir, orang tuanya mencoba menghubungi anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP tersebut melalui telepon. Beberapa saat kemudian, korban pun pulang ke rumah dalam kondisi lemas.

Melihat kondisi yang tidak biasa itu, ibu korban bertanya terkait kondisi anaknya yang tiba-tiba lemas dan tak bertenaga. Karena terus diberondong pertanyaan, akhirnya, lanjut Faisal, korban yang tadinya ingin menyembunyikan peristiwa itu, akhirnya mengaku jika dirinya telah digauli oleh kekasihnya sendiri. Bahkan, ibu korban juga sempat memeriksa celana dalam yang saat itu tengah digunakan korban. Tidak terima, pada Kamis (13/07/2017), sekitar pukul 19.30 Wita, orang tua korban pun melaporkan kejadian itu.

"Saat memeriksa itu, ibu korban mendapati ada bercak darah di celana dalamnya, dan korban juga mengaku jika dia telah digauli oleh pelaku. Makanya mereka lapor ke sini," jelasnya.

Peristiwa pencabulan sendiri dikatakannya, dilakukan pelaku tidak jauh dari barak PT TBP Divisi VI yang berada di RT 07 Kampung Tembudan.

"TKP-nya di semak-semak belakang barak di bawah pohon nangka," ujarnya.

Faisal juga menegaskan, apapun dasar atau alasan pelaku melakukan hubungan tersebut meskipun tanpa paksaan, tetap akan diganjar dengan Pasal 81 Ayat 1 UU RI Nomor 35/2014 Perubahan atas UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Apapun alasannya, korban masih di bawah umur, dan pelaku tetap diganjar dengan undang-undang perlindungan anak," tegasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia