Manajemen PT BUMA Bantah Pelaku Narkotika Merupakan Karyawannya

 

TANJUNG REDEB – Pengungkapan kasus narkotika beberapa hari lalu kembali melibatkan karyawan tambang. Seperti dirilis sebelumnya, dua dari pelaku peredaran narkotika merupakan karyawan PT SMJ dan PT BUMA, yang diamankan di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Menanggapi hal tersebut, Industrial External Relations PT BUMA Site Lati, Andri Restuni, kepada beraunews.com, Kamis (13/07/2017), membantah jika salah satu pelaku berisinial Ok merupakan karyawan PT BUMA. Pasalnya, dari hasil pengecekan data, nama lengkap yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai karyawan PT BUMA, melainkan karyawan dari salah satu Subkontraktor di PT BUMA.

Andri menambahkan, dalam menunjang operasional pertambangan di BUMA, pihaknya juga bermitra dengan beberapa perusahaan, dan yang bersangkutan ini merupakan karyawan di salah satu perusahaan subkontraktor tersebut, yang beraktivitas di area tambang BUMA. Dan tentunya setiap perusahaan subkontraktor ini memiliki manajemen sendiri, untuk melaksanakan bidang pekerjaannya, termasuk dalam pengelolaan karyawan-karyawannya.

"PT BUMA bermitra dengan perusahaan subkontraktor, khususnya subkontraktor lokal, karena sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat lingkar tambang BUMA. Selain bermitra usaha, dan juga memberikan peluang untuk menyerap tenaga kerja pendukung (Non Skill), yang tentu area kerjanya juga ada di PT BUMA, seperti pengemudi sarana (roda empat), pump crew, pengapuran, dan beberapa fungsi kerja bidang lainnya (Non Skill). Dan tentunya pengelolaan ini terpisah yang dilakukan oleh manajemen (perusahaan subkontraktor) sendiri," tambahnya.

BACA JUGA: Jual Sabu, Oknum Karyawan 2 Perusahaan Tambang Dibekuk

Pihak PT BUMA sendiri sangat tegas dengan hal yang mengarah ke tindak pidana apalagi narkoba, terkhusus kepada seluruh karyawannya. Pasalnya hal ini sudah jelas dalam peraturan di PT BUMA sendiri.

"Kalau PT BUMA tegas soal narkoba, karena sudah ada dalam aturan kita, jadi kalau ada yang terbukti jelas ada sanksi. Di internal kami juga melakukan upaya-upaya preventif seperti memasang spanduk tentang bahaya narkoba, penyampaian pesan lisan dalam kesempatan briefing sebelum bekerja, serta melakukan proses pemeriksaan/tes narkoba secara berkala kepada seluruh karyawan. Upaya tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada karyawan supaya tidak terpengaruh apalagi menjadi "korban" narkoba yang merugikan. Dan untuk diketahui kembali pelaku yang berhasil diamankan pihak kepolisian itu bukan karyawan PT BUMA," tegasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia