Ini Kronologi HD vs Lv yang Tewaskan Anggota Polisi dan Security Tambang

 

TANJUNG REDEB – Polres Berau masih terus melakukan penyelidikan atas terjadinya kecelakaan kerja (laka kerja) yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Dalam kasus ini, operator HD juga bisa ditetapkan sebagai tersangka atas kelalaian yang terjadi.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn mengatakan, saat ini Polres masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi, yakni pengawas lapangan dari pihak PT PAMA maupun PT KJB, dan operator HD masih diamankan di Mapolres Berau.

"Kasus ini masih kita lanjutkan dan kita periksa dua orang pengawasnya, sementara operator masih kita amankan di sini," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Kamis (13/07/2017).

Dikatakannya, dari keterangan saksi sementara, Lv yang terlindas sebenarnya sudah mengikuti arahan atau instruksi melalui radio. Sedangkan operator HD karena lalai dalam memonitor radio, sehingga tidak mengikuti arahan dari pengawas lapangan.

"Yang seharusnya jalan itu mobil Lv dan HD berhenti, tapi karena HD tidak monitor arahan, sehingga keduanya sama-sama jalan hingga terjadi insiden tersebut," tambahnya.

Saat kejadian, penumpang yang berada di belakang berhasil diselamatkan. Saat itu pun penumpang tersebut sempat berkomunikasi dengan anggota Polri yang ada di depan, tepatnya di samping sopir. Namun anggota tidak bisa berbicara, dan hanya memberikan kode melalui gerakan tangannya.

"Informasinya korban yang selamat sempat bilang sabar dan tahan kepada anggota kita, tapi tidak ada respon dan jawaban hanya berupa gerakan tangan, setelah berhasil dievakuasi korban langsung dibawa ke RSUD Abdul Rivai," tambahnya.

BACA JUGA: HD Vs Lv, Anggota Polisi dan Security Tambang Meninggal Ditempat

Ditambahkan Kapolres, untuk anggota Polri sendiri saat ini sudah dibawa ke Samarinda untuk dimakamkan dimana sebelumnya disalatkan dan dilakukan upacara pelepasan.

"Untuk anggota sudah dibawa ke Samarinda untuk dimakamkan, dan informasinya korban yang satunya juga diberangkatkan, sementara yang selamat masih menjalani perawatan di RSUD," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia