Utang 2 Juta Rupiah Berujung Maut

 

TALISAYAN - Kasus penikaman berujung maut kembali terjadi di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (09/07/2017) sekitar pukul 23.30 Wita. Berdasarkan informasi, motif penikaman tersebut terjadi akibat cekcok antara korban dan tersangka lantaran utang piutang.

Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid, membenarkan peristiwa tersebut lantaran korban hendak menagih utang kepada tersangka. Akan tetapi, waktu dan kondisi korban saat itu tidak tepat.

"Iya, gara-gara utang," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (10/07/2017).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari saksi di lapangan, Ipul alias Iwan (31) warga RT 03 Talisayan, datang secara tiba-tiba sekitar pukul 11.30 Wita pada Minggu malam ke rumah Rahmat alias Katus (28), yang sedang tidur.

Lanjut pria berpangkat balok dua ini, kedatangannya untuk menagih sejumlah uang yang dipinjam tersangka. Karena waktunya yang tidak tepat, maka orang tua tersangka, Rusdiana (47),  yang saat itu terbangun mengatakan, jika anaknya (Rahmat-red) sedang tidur, dan menyarankan korban untuk datang keesokan paginya.

"Korban (Ipul-red) ngotot mau menagih utang sebesar Rp2 juta kepada tersangka. Mendengar korban marah-marah, si tersangka ini bangun dan kemudian terjadi cekcok dengan korban," terangnya.

 

Melihat kondisi tersebut, ibu pelaku berniat untuk mendamaikan tersangka dan korban dengan melaporkan hal itu kepada Ketua RT 03. Namun, setelah berada di rumah Ketua RT, ternyata korban sudah ditikam dengan senjata tajam di bagian dada. Sementara itu di rumah tersangka, yang juga berada di RT 03 Talisayan, Bella (20) istri pelaku, juga terbangun mendengar keributan antara suaminya dan korban, dan segera keluar guna melihat permasalahan tersebut. Namun, dirinya hanya mendapati korban telah bersimbah darah akibat luka tusukan sajam. Sedangkan suaminya telah melarikan diri. 

"Begitu bangun, korban sudah terkapar akibat luka tusukan di dada sebelah kiri. Korban meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Sementara tersangka (Rahmad-red) langsung melarikan diri usai menikam korban," bebernya.

Guna menemukan pelaku, pihaknya bersama warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar wilayah Kampung Talisayan. Senin (10/07/2017), sekitar pukul 03.00 Wita subuh, polisi berhasil menemukan pelaku di sebuah barak milik PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation (TBP) yang berada di Talisayan seberang.

"Kita temukan dia sembunyi di belakang pintu dalam barak, dan segera kita amankan ke Mapolsek," ujarnya.

Akibat tindakannya, pelaku diganjar dengan pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 351 ayat (3) KUHP.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia