Otodidak dari YouTube, Pinjam Uang Dari Pacar untuk Beli Printer Cetak Upal

 

TANJUNG REDEB – Sejauh ini polisi belum mendapati adanya keterlibatan oknum lain terkait kasus pengedaran uang palsu yang dilakukan oleh seorang pelajar SMA beberapa waktu lalu.

Meski pengembangan sudah dilakukan, namun belum ada bukti baru. Yang jelas saat ini polisi masih menyatakan, pelaku baru 1 orang, dan juga belum didapati indikasi tempat peredaran lain selain di 3 warung yang diakui pelaku.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn mengatakan, pelaku belajar secara otodidak melalui YouTube dan melakukan percobaan tersebut sendiri dalam waktu beberapa hari saja.

"Cara si pelaku ini termasuk cepat, setelah melihat di YouTube, dia beli peralatan dan mencoba mencetak uang palsu menggunakan mesin printer," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (08/07/2017).

Dari pengakuan si pelaku sendiri, uang tersebut rencananya akan ditukarkan dengan uang asli dan akan dibayarkan utang yang ia miliki, yakni untuk pembayaran uang kos dan lainnya.

"Uangnya mau dipakai bayar utang dan keperluan sehari-hari," jelasnya.

BACA JUGA: Edarkan Uang Palsu, Pelajar Diamankan

Untuk membeli peralatan seperti mesin pencetak tersebut, pelaku meminjam uang dari kekasihnya. Setelah mendapatkan uang pinjaman tersebut, ia langsung membeli printer, kertas HVS, cutter, dan menggunakan uang asli pecahan Rp50 ribu dan pecahan Rp100 ribu untuk difotocopy.

"Untuk membeli mesin printer, remaja berinisial Da (17), warga Kampung Tembudan yang masih duduk di kelas XI itu, menggunakan uang pacarnya. Dan uang asli difotocopy. Satu lembar kertas hanya jadi dua lembar saja, dipakai atas dan bawah," bebernya.

Lebih lanjut, Kapolres berharap para pelajar bisa cerdas menggunakan teknologi demi kepentingan yang baik. Jangan sampai melakukan hal yang mengarah ke tindak pidana, pasalnya ada undang-undang yang jelas mengatur hal tersebut.

"Seperti para pelajar ya diharapkan bisa melakukan hal yang positif dalam menggunakan sosial media atau internet, jangan sampai melakukan hal yang mengarah ke tindak pidana," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia