Operasi Ramadniya 2016 Dimulai

TANJUNG REDEB – Polres Berau menggelar upacara pasukan Operasi Ramadniya 2016 di Halaman Mapolres Berau, sekitar pukul 08.00 Wita. Operasi Ramadniya merupakan operasi khusus untuk mengamankan kegiatan mudik dan Hari Raya Idul Fitri. Upacara yang dipimpin Bupati Berau, Muharram tersebut dihadiri beberapa pimpinan instansi dan institusi lain serta personel TNI, POM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, mudik merupakan salah satu aktivitas dalam perayaan hari raya idul fitri yang telah menjadi tradisi atau budaya masyarakat Indonesia. Mudik dilaksanakan untuk berkumpul dan bersilaturrahim dengan sanak keluarga di kampung halaman.

“Peningkatan aktivitas masyarakat harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi permasalahan Kamtibmas dan Kamtibselcar Lantas, baik waktu menjelang, pada saat maupun setelah hari raya nantinya,” ungkapnya.

Untuk Informasi, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum mencapai 17,6 juta orang di Indonesia, dan itu terdiri dari penumpang angkutan jalan, angkutan penyeberangan, kereta api, angkutan laut, dan angkutan udara.

“Jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan mobil pribadi diprediksi sebanyak 2,4 juta kendaraan dan untuk sepeda motor sebanyak 5,6 juta kendaraan, dimana puncak arus mudik lebaran untuk semua moda transportasi tersebut diperkirakan akan terjadi pada H–4 dan arus balik pada H+3,” tambahnya.

Berdasarkan data operasi ketupat tahun 2015 lalu, tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 3.048 kasus di Indonesia, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 646 jiwa, korban luka berat sebanyak 1.057 jiwa dan korban luka ringan sebanyak 3.891 jiwa.

“Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena kurang disiplinnya pengendara dalam mematuhi aturan berlalu lintas, masih adanya pemudik yang tidak memperhatikan kelaikan kendaraannya, adanya kerusakan jalan, kurangnya fasilitas atau sarana prasarana jalan pada jalur yang dilalui pemudik, maupun akibat pengaruh perubahan cuaca yang ekstrim,” bebernya.

Bupati  menambahkan, potensi kerawanan maupun gangguan Kamtibmas yang perlu diantisipasi pada perayaan lebaran tahun 2016 ini antara lain, curat, curas dan curanmor, sweeping ormas, tawuran antar kelompok warga, balap liar dan kebut -kebutan, penyalahgunaan narkoba, miras, petasan, aksi intoleransi beragama, terorisme, sabotase, serta bencana alam dan kebakaran.

“Menyikapi kondisi tersebut, dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam perayaan lebaran 2016, Polri beserta seluruh jajaran kewilayahan didukung instansi terkait dan mitra Kamtibmas telah berupaya mempersiapkan operasi kepolisian Ramadniya 2016 secara optimal,” tuturnya.

Ada beberapa hal yang perlu dicapai pada operasi ini, seperti terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan perayaan hari raya idul fitri 1437 H, baik pada saat beribadah puasa, sholat tarawih, sholat ied, berwisata maupun berbagai aktivitas lainnya serta  terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat yang bepergian, dengan menggunakan beragam moda transportasi.

“Bukan hanya itu, tapi terjaminnya keamanan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan BBM, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat terhadap harga maupun ketersediaannya dan terwujudnya keamanan dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan atau terminal darat, laut, maupun udara untuk menjamin keselamatan penumpang dan barang selama perjalanan juga perlu,” ucapnya.

Tak lupa, Bupati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Operasi Ramadniya 2016.

“Semoga pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan ini, akan menjadi catatan amal ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.(dws)