Ini Perkembangan OTT di Dishub dan BPN

 

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini proses terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli di Dinas Perhubungan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih terus berlanjut. Saat ini, berkas dua tersangka pegawai Dishub sudah dilimpahkan oleh Polres, sementara untuk yang BPN masih dilakukan sidik.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jika proses terhadap dua kasus tersebut masih berlanjut. Sementara ini polisi masih menunggu keterangan saksi ahli atas kasus di BPN, sementara di Dishub sendiri sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

"Dua kasus itu masih kita proses, sampai saat ini yang masih kita sidik itu kasus di BPN karena kita perlu saksi ahli, sementara yang Dishub sudah dilimpahkan," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (19/06/2017).

Dikatakannya, untuk Dishub sendiri ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena diketahui aliran dana melibatkan keduanya. Aliran dana sejauh ini diketahui hanya sampai kepada kedua tersangka dan tidak sampai ke atasan.

"Kalau aliran dananya ya hanya dua tersangka itu saja, nggak ada sampai ke kepala dinas, kalau ada, ya pasti kita jadikan tersangka juga," tambahnya.

BACA JUGA : Terkait Pungli, 3 Pegawai BPN dan 7 Pegawai Dishub Diperiksa Polisi

Damus memperkirakan untuk kasus BPN, kemungkinannya usai hari raya idul Fitri baru bisa meminta keterangan saksi ahli apakah kasus di BPN termasuk korupsi apa bukan. Pasalnya, dari pengakuan sementara mereka menggunakan blanko dari koperasi mereka, bukan blanko yang didukung oleh negara.

"Itu yang masih kami tunggu, kita lihat nanti unsur atau tindak pidana apa yang masuk dalam kasus tersebut. Kemungkinan habis lebaran baru kita minta keterangan saksi ahli," bebernya.

Sejauh ini penggilan terhadap para tersangka masih dikatakan koperatif. Selanjutnya jika berkas terkait kasus BPN sendiri sudah selesai, maka akan segera dilimpahkan menyusul berkas yang Dishub.

"Kita harap ini bisa segera selesai. Jadi kalau untuk yang pungli ini sendiri, sudah dua kasus yang dilimpahkan, Dishub dengan yang beberapa bulan lalu  terkait petugas rutan. Kalau yang BPN masih proses," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia