Terkait Kasus Boiler IV, Mantan Dirut IPB Kooperatif Penuhi Undangan Kepolisian

 

TANJUNG REDEB – Mantan Direktur PT Indo Pusaka Berau (IPB), Chairuddin Noor, memenuhi undangan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ke Mapolres Berau untuk klarifikasi atas laporan yang masuk ke unit Tipikor. Ini bukan kali pertama Chairuddin mendatangi Mapolres Berau untuk klarifikasi, namun sudah beberapa kali.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kanit Tipikor, Iptu Agus Priyanto mengatakan, dalam klarifikasi kali ini keterangan yang diberikan Chairuddin belum maksimal. Pasalnya, yang bersangkutan belum melengkapi beberapa dokumen yang diminta.

"Saya sebelumnya sudah sampaikan, agar yang bersangkutan menyiapkan dokumen terkait pengadaan boiler IV PLTU Lati, dokumen mulai dari dicetuskanya pengadaan sampai saat ini belum ada kegiatan. Namun dokumen yang diminta belum dilengkapi," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Selasa (13/06/2017).

Dikatakannya, yang bersangkutan diundang untuk klarifikasi karena dalam pengadaan tersebut, yang bersangkutan merupakan pimpinan di masa tersebut. Sehingga perlu adanya dokumen untuk pemeriksaan, namun karena belum ada dokumen yang diharapkan, pemeriksaan pun masih terhambat.

Sejauh ini, Chairuddin masih kooperatif memenuhi undangan dari pihak kepolisian. Selain dirinya, sebelumnya sudah ada beberapa yang dipanggil dari pihak IPB maupun dari kontraktor atau perusahaan yang mendapat tender pengadaan tersebut.

BACA JUGAHasil RUPS PT IPB, Nasib Chairuddin Noor Diputuskan Lewat Jalur Hukum

"Yang sudah kami periksa saat ini dari IPB ada Direktur Utama, accounting, panitia lelang, dan mantan direktur keuangan, sementara dari PT Perusahaan Listrik Nusantara (PLN), kami periksa direkturnya, ketua lelang dan juga mantan Direktur IPB, yaitu Chairuddin," katanya.

Sementara ini pihak kepolisian masih memberi waktu kepada Chairuddin untuk melengkapi berkas atau dokumen yang diminta untuk lanjut penyidikan kepolisian. Diperkirakan dalam satu minggu ke depan, Chairuddin akan diundang kembali.

"Kami kasih waktu satu minggu ke depan, dan minggu depan kita harap dokumen yang diminta sudah ada," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia