Ternyata Ini yang Bikin Laminyo Terlihat "Banyak Uang"

 

TANJUNG REDEB – Sampai saat ini, Satreskirm Polres Berau terus mengembangkan kasus pembunuhan Samir yang dilakukan oleh tersangka Laminyo. Seiring berjalannya pemeriksaan, ada beberapa fakta baru terkait hubungan antara Laminyo dan keluarga Samir.

Kapolres Berau AKBP Andy Ervin melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jika pemeriksaan masih berlanjut. Sejauh ini keterangan yang berhasil dikumpulkan, yakni Laminyo merupakan pekerja serabutan. Selain bekerja sebagai driver mobil antar jemput karyawan perusahaan, ia juga bekerja sebagai penagih utang orang-orang yang meminjam dana ke istri Samir.

"Jadi hubungan antara si Laminyo dengan Samir ini, dia tagihkan utang orang-orang yang pinjam uang ke istri Samir. Selain itu dia juga ikut bekerja di proyek-proyeknya Samir," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (09/06/2017).

BACA JUGA : Setelah Samir, Kini Polisi yang Jadi "Korban" Laminyo

 

Harta Laminyo seperti mobil dan satu unit rumah yang cukup besar juga sempat menjadi pertanyaan, dari mana Laminyo mendapatkan uang untuk semua itu? Terkait hal tersebut, dari hasil pemeriksaan diketahui, jika mobil tersebut memang milik Laminyo pribadi, yang dibelinya dari hasil persenan menagih utang maupun uang proyek.

"Kalau masalah rumah, pengakuannya itu rumah tarikan. Ada orang yang tak bisa melunasi utangnya dan rumahnya sementara disita oleh istri Samir. Nah, si Laminyo lah yang tinggal di sana," tambahnya.

Sedangkan dana untuk membayar eksekutor pembunuhan Samir merupakan uang dari Laminyo. Uang hasil menagih utang-utang dan proyek tersebut lah yang digunakan. Tapi ini masih terus dikembangkan, dan sementara ini belum ada keterlibatan orang lain.

"Kalau dia tagih utang-utang kan dapat juga dari istri Samir, dan dia juga ikut dalam proyek Samir. Jadi dugaan sementara, uang yang digunakan untuk membayar eksekutor adalah uang Laminyo sendiri. Tapi kasus masih kami dalami," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia