Komplotan Curanmor Berhasil Dibekuk Polres Berau

 

TANJUNG REDEB – Dari hasil pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang dilakukan oleh Pasutri beberapa pekan lalu. Polisi kembali berhasil membekuk 4 pelaku lain dan 4 penadah barang curian.

Seluruh pelaku yang berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Berau yakni, Id (29) dan Rr (24) yang merupakan pasutri warga Jalan Dermaga, Gang Mandiri. Kemudian Ra (30) warga Jalan Dermaga Gang Mandiri, Sa (25) warga Jalan Karang Ambun, Am (22) warga Kecamatan Sambaliung, dan Mf (27) warga Jalan Dermaga Gang Mandiri.

Sementara para penadah yang diamankan berinisial Ub (20) warga Jalan Karang Mulyo, Mh (33) Warga Jalan Merah Delima, Kw (25) warga Kecamatan Talisayan, dan Rd (29) warga Jalan Marsma Iswahyudi. Selain para pelaku, polisi juga mengamankan 9 kendaraan roda dua berbagai merk dan 1 unit roda empat yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jika para pelaku merupakan komplotan yang beraksi pada dua bulan terakhir di Kabupaten Berau. Dari hasil pengembangan pelaku pasutri beberapa waktu lalu, polisi mendapat keterangan beberapa nama pelaku lain dan selanjutnya dikembangkan.

"Setelah kami amankan dua pelaku yaitu pasutri, kemudian kami amankan lagi beberapa pelaku lain dengan para penadah dan barang buktinya. Sementara ini masih kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Mapolres Berau," ungkapnya saat pers rilis di Mapolres Berau.

BACA JUGA : Duet Pasutri Pencuri Motor yang Gentayangan, Akhirnya Diringkus

Damus menceritakan, modus yang dilakukan para pelaku yakni mencari kendaraan yang terparkir tanpa dikunci stang dan jauh dari pengawasan pemilik dan orang di sekitar. Pelaku melancarkan aksinya tak sendiri, setelah mengambil kendaraan yang diincar, motor didorong menggunakan kendaraan lain yang sudah ditunggu oleh rekan si pelaku.

"Jadi mereka berdua melakukan aksinya, yang 1 mengambil barang dan yang 1 menunggu. Setelah Kendaran berhasil didapat, motor didorong menggunakan kaki," tambahnya.

Seluruh kendaraan yang dicuri pelaku rata-rata dijual. Selain di daerah Tanjung Redeb, para pelaku juga menjual ke perkampungan wilayah Kecamatan Gunung Tabur dan Kecamatan Talisayan. Rata-rata kendaraan tanpa surat-surat tersebut dijual dengan harga Rp1 juta hingga Rp2 juta.

"Rata-rata barang bukti yang mereka dapat itu dijual. Selain di Tanjung Redeb, kendaraan dijual ke perkampungan, dan itu sudah kita amankan semua," ucapnya.

Sementara ini polisi masih terus melakukan pengembangan atas kasus curanmor tersebut. Diduga masih ada pelaku lain yang bekerjasama atau satu jaringan dengan para pelaku ini.

"Masih kami kembangkan sementara itu, dan untuk para pelaku yang sudah diamankan ini akan diancam dengan pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia