Ini yang Biasanya Jadi Target Pelaku Hipnotis

 

TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar hilangnya salah seorang anak dengan meninggalkan pesan melalui surat untuk keluarganya. Hampir 1 bulan menghilang, korban kembali ke rumah dalam kondisi yang kurang baik, tak sedikit anggota keluarga maupun para tetangga memperkirakan jika korban dihipnotis, sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi maupun yang dialaminya.

Terkait kasus hipnotis ini sendiri. Selama ini belum pernah ditemukan adanya laporan maupun penindakan atas perkara ini. Namun jika beberapa laporan terkait orang hilang, pihak kepolisian kerap menerimanya.

"Sejauh ini kami belum ada menerima laporan terkait kasus hipnotis, tapi kalau orang hilang. Ada beberapa," ungkap Kapolres Berau AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada beraunews.com, Rabu (24/05/2017).

Damus menceritakan, seperti yang pernah ditangani di beberapa daerah saat ia bertugas. Pelaku hipnotis ini memiliki target operasi (TO) terhadap orang-orang yang jiwanya labil. Jiwa labil sendiri biasanya rentan dialami oleh anak-anak, ibu-ibu atau wanita maupun anak-anak yang kurang perhatian orang tua, pergaulan kurang baik dan memiliki materi yang banyak.

"Biasanya pelaku hipnotis ini tidak sendirian, mereka melakukan aksinya berkelompok terdiri dari dua hingga tiga orang dan memang orang yang mudah untuk mereka hipnotis ya seperti itu," tambahnya.

Sejauh ini, pelaku hipnotis memang cukup sulit dikenali ataupun dibedakan dengan orang biasa. Sehingga untuk penanganan atau langkah antisipasi terhadap terduga pelaku juga agak sulit.

"Pada intinya, anak-anak ataupun wanita dam ibu-ibu jangan mudah percaya dengan orang lain, maupun mengiyakan perkataan orang yang tak dikenal. Contohnya seperti berkenalan, atau meminta antar ke tujuan yang tidak jelas," kata dia.

Untuk pelaku seperti tindak kriminal tersebut bisa dikenakan dengan pasal penipuan, pencurian, dan tipu daya. Karena pada dasarnya tindakan yang mereka lakukan itu untuk mengambil barang berharga milik korbannya.

"Yang jelas masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dengan orang yang tidak dikenal sama sekali. Jangan mudah memepercayai," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia