Terkait Kasus Penganiayaan, Dua Oknum Anggota Satpol PP Diperiksa

 

TANJUNG REDEB – Sampai saat ini Polres Berau masih melakukan pengembangan terkait kasus penganiayaan terhadap warga Jalan Teuku Umar yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP pada Minggu (21/05/2017) kemarin. Selain korban, polisi juga sudah memanggil dan memeriksa dua anggota Satpol PP yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Kapolres Berau AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa mengatakan, sejauh ini baru dua orang yang dipanggil dan diperiksa. Kedua oknum tersebut mengaku melakukan aksi penganiayaan tersebut dengan beberapa rekan lainnya.

"Sejauh ini baru dua orang, tapi dari pengakuan sementara ini mereka melakukannya dengan beberapa rekan lainnya. Dari pengakuan tersebut kami juga masih lakukan pengembangan kembali," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Rabu (24/05/2017) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, sementara ini dari kedua belah pihak berencana akan melakukan upaya damai atau mediasi secara kekeluargaan. Meski demikian laporan korban hingga saat ini belum dicabut, dan proses masih terus dilanjutkan oleh polisi.

"Meski nanti akan ada jalur secara kekeluargaan, tapi kami akan tetap memberi kepastian hukum kepada korban," bebernya.

BACA JUGA : Diduga Dikeroyok Oknum Anggota Satpol PP, Warga Teuku Umar Lapor Polisi

Kepastian hukum yang dimaksud adalah tetap melanjutkan pemeriksaan hingga diketahui pasti akibat penganiayaan yang dialami korban. Setelah korban mengetahui pasti penyebab dan siapa pelakunya, keputusan tetap di tangan korban mau tetap lanjutkan perkara atau perdamaian secara kekeluargaan.

"Kita tetap beri dia kepastian hukum, jadi kita selesaikan pemeriksaannya agar jelas perkaranya, setelah itu terserah korban mau ambil jalur apa," bebernya.

Sementara ini pengembangan kasus masih dilakukan oleh polisi dengan mengumpulkan keterangan para saksi. Kemungkinan akan adanya pemeriksaan terhadap oknum-oknum lain masih bisa saja terjadi.

"Kita lihat perkembangannya nanti, kalau memang memungkinkan untuk memanggil yang lain, maka akan kami panggil," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia