Pelaku Curanmor Hantui Jamaah Masjid

TANJUNG REDEB – Berhati-hatilah ketika menyimpan kendaraan di tempat umum. Tindak kriminal curanmor menghantui masyarakat Berau. Pasalnya, bukan baru sekali netizen memposting informasi terkait kehilangan kendaraan roda dua.

Seperti yang baru-baru ini diunggah netizen melalui akun media sosial facebook bernama Emi Lia. Dalam postingannya, netizen yang diketahui merupakan salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Berau tersebut menuliskan informasi kehilangan kendaraan roda dua milik rekannya.

"Wihh ngerinya sekarang maling merajalela, barusan di Masjid Al Ijtihad samping STIEM terjadi pencurian motor Scoopy warna merah hitam. Pencuri memakai mukenah celana leging ketat warna pink gambar bunga, dia bersama seorang laki-laki. Si perempuan berpura-pura salat Maghrib, ternyata dia mencuri motor Scoopy sebelum salat Maghrib. Barang siapa yang melihat wanita tersebut segera lapor ke Polisi. Terima kasih," tulisnya pada Minggu (14/05/2017).

Diakui pemilik akun tersebut, kendaraan roda dua dengan nomor polisi KT 6710 GC tersebut merupakan milik salah seorang rekannya atas nama Rahma, warga Jalan Pembangunan, Tanjung Redeb.

"Motor itu punya bu Rahma, anaknya yang pakai waktu mau salat Maghrib. Kalau dilihat dari CCTV di STIEM, malingnya itu berdua. Yang perempuan satu bantu mendorong dengan yang laki-laki," ujarnya saat dihubungi beraunews.com, Senin (15/05/2017).

Postingan tersebut pun ramai ditanggapi netizen lain yang juga geram atas kejadian tersebut.

"Baru beberapa hari, tepatnya malam Jumat, motor keluargaku Scoopy warna merah juga hilang di Surau di Jalan Manggis. Darurat keamanan ini Berau. Harus lebih waspada. Sasarannya maling sepertinya Masjid ini. Jadi ada baiknya kalau nanti tarawih berjalan kaki saja, selain tenang salatnya, pahalanya lebih besar," tulis akun Mubaraq Sport.

"Ngerinya pura-pura salat lagi. Dia tidak tahu kali ada CCTV STIEM," tulis akun Widya Astuti.

"Kemarin malam Jumat motor tetangga ku scoppy juga hilang di Surau Al Mutarifin Jalan Manggis, pas salat maghrib waktu nisfu syaban," tulis akun Neny Rasyianan Safitri.

"Solusinya, di samping kasih kunci stang, belikan juga rantai di ban. Paling tidak menghambat maling mau curi," tulis akun Eeng Berau menimpali.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia