Pelaku Sudah 4 Kali Kirim Anak Buaya

 

TELUK BAYUR – Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan terkait kasus penyeludupan anak buaya sebanyak 4 ekor, yang rencananya akan dikirim ke Surabaya oleh seorang berinisial Md (30) warga Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung.

Dari hasil pemeriksaan pelaku, ternyata aksi penjualan reptil ganas ini sudah 4 kali ia lakukan dengan tujuan wilayah  yang sama dengan menggunakan jasa pengiriman kilat.

Kapolsek Teluk Bayur, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan dari pengakuan pelaku,  awalnya kakaknya yang merupakan seorang nelayan mendapat 9 ekor anak buaya. Karena bingung untuk apa disimpan, Md membuka sosial media dan menemukan situs jual beli reptil dan menawarkan anak buaya tersebut di situs tersebut.

"Setelah ditawarkan melalui situs jual beli, ada yang menawar dan dari sembilan ekor itu awalnya pelaku mengirim 4 ekor," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (10/05/2017).

 

Tatok menambahkan, merasa ada keuntungan dari penjualan tersebut ia serta kakaknya selanjutnya mencari anak buaya di malam hari. Mereka menggunakan alat penerangan dan mengarahkan cahaya ke pinggir sungai karena biasanya anak buaya kerap berada di pinggiran sungai.

"Kadang mereka menangkapnya menggunakan jaring, kadang juga pakai tangan kosong saja," lanjutnya.

Setelah mendapatkan buaya tersebut, pelaku kembali menjual sebanyak 5 ekor ke tempat tujuan yang sama. Beberapa pekan kemudian, kembali mengirim sekitar 4 ekor.

"Di Surabaya ada penampungnya, dan dijanjikan kalau ada buaya lagi dikirim saja ke sana, tapi saat pengiriman yang ke 4 kalinya ini berhasil digagalkan oleh petugas Avsec," terangnya.

Sementara ini, anak buaya yang diamankan oleh jajaran Polsek Teluk Bayur sekitar 5 ekor. Karena dari 4 yang diamankan di Bandara Kalimarau, ternyata masih ada sisa 1 ekor yang diantarkan oleh pihak keluarga ke Mapolsek.

"Ada tambahan 1 ekor yang diantarkan oleh keluarganya ke sini, jadi yang dikirim sendiri sudah sekitar 13 ekor dan yang masih ada saat ini 5 ekor," kata dia.

BACA JUGA : 4 Ekor Anak Buaya Nyaris Diselundupkan

 

Terpisah, Kepala Bandara Kalimarau, Bambang Hartato juga meminta agar masyarakat bisa mengetahui dan lebih jeli dalam mengirim sesuatu. Terlebih juga para pelaku jasa pengiriman kilat untuk selektif dan memastikan jika barang yang akan dikirim sesuai dengan keterangan dan merupakan barang yang aman.

"Kepada masyarakat tolong ini bisa jadi pelajaran dan kejadian yang terakhir. Ketika masyarakat mau mengirim sesuatu, jasa pengiriman memastikan barang yang akan dikirim tidak berbahaya. Dan setidaknya bisa dipastikan, meski tak memiliki alat untuk mengecek isi yang akan dikirim, namun  setidaknya bisa mengantisipasi," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia