Jual Dobel L, Oknum Guru PNS Dibekuk Polisi

 

KELAY–Jajaran Polsek Kelay berhasil membekuk seorang oknum guru PNS berinisial Hk (30), warga Kampung Long Beliu Kecamatan Kelay. Hk dibekuk pada Minggu (07/05/2017) sekitar pukul 22.00 Wita lalu, karena memiliki ratusan butir obat terlarang jenis dobel L.

Dalam kasus ini, polisi menyita 365 butir Dobel L yang dibungkus plastik warna putih bening, 10 butir dibungkus, 20 butir dibungkus warna putih bening, serta uang hasil penjualan sebesar Rp300.000 pecahan 100 ribu 2 lembar, pecahan 50 ribu 2 lembar.

Kapolsek Kelay, Iptu Sutrisno mengatakan, pengungkapan ini berawal pada hari Minggu sekitar jam 22.00 Wita, ada informasi jika di rumah pelaku sering ada transaksi obat jenis dobel L. Selanjutnya, petugas melakukan pengintaian dan pengembangan terkait informasi tersebut.

"Setelah kami dapat informasi, kami lakukan pengembangan dan pengintaian terlebih dahulu untuk memastikan informasi tersebut," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (09/05/2017).

Setelah dilakukan pengintaian beberapa saat, pelaku diketahui melakukan transaksi jual beli barang haram tersebut sebanyak 20 butir dengan harga Rp100.000, kemudian anggota Polsek Kelay melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Setelah kami amankan, kami geledah rumah pelaku, dan ditemukan 365 butir dibungkus plastik putih bening disimpan di belakang rumah, tepatnya di atas profil tank air. Dalam penggeledahan juga ditemukan uang hasil penjualan sebesar Rp300.000," tambahnya.

 

Setelah diamankan, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Kelay untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait asal usul barang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari wilayah Tanjung Redeb yang selanjutnya diedarkan di daerah Kelay dengan sasaran remaja.

"Sepertinya dia sudah lama melakukan bisnis ini, tapi saat ini masih kami kembangkan," jelasnya.

Atas perbuatannya ini, pelaku diancam pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36/2009 tentang kesehatan yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia