Ini Pengakuan Eksekutor Samir

 

TANJUNG REDEB - Diduga sebagai eksekutor atas pembunuhan Samir. Wahyudin (34) dan Supriadi (27) warga Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan dibekuk polisi dan digelandang ke Mapolres Berau.

Yang mengejutkan, ternyata kedua orang tersebut sengaja didatangkan Laminyo (44) untuk menghabisi nyawa Samir, seorang pengusaha warga Jalan Gajah Mada Kecamatan Tanjung Redeb, yang tak lain adalah majikan Laminyo.

Laminyo yang sudah dulu diamankan pihak kepolisian beralasan melakukan pembunuhan karena sakit hati. Namun, ada fakta lain yang masih didalami pihak kepolisian yakni, asal uang sebesar Rp50 juta yang diduga sebagai imbalan untuk membunuh Samir.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa mengatakan, keberhasilan polisi mengungkap kasus hilang dan meninggalnya Samir, berkat keterangan saksi-saksi. Selain itu pengembangan berhasil dilakukan dan menemukan dua pelaku lain di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Setelah kita ketahui identitas pelaku dan keberadaannya, kami langsung koordinasi dengan Polda Kaltim dan Kalsel. Selanjutnya, polisi berhasil mengamankan kedua pelaku," ungkap Damus kepada beraunews.com, Senin (01/05/2017).

Dari informasi yang diketahui, Wahyudin berhasil diamankan saat berada di rumahnya, di Kecamatan Kintab, Tanah laut, sementara satu pelaku lain yakni Supriadi diamankan di tempat kerjanya.

Keberhasilan polisi mengidentifikasi keberadaan pelaku ini, tidak terlepas dari temuan kejanggalan pada mobil korban yang terparkir di Jalan Pulau Derawan.

"Posisi mobil ada di Jalan Pulau Derawan, dan yang aneh, spion mobil ada di dalam. Selain itu, juga ada berkas bercak darah kering. Dan dari pengakuan pelaku, mereka datang dipanggil oleh Laminyo untuk datang ke Berau," tambahnya.

Singkat kejadian, korban yang saat itu berada 1 mobil dengan para pelaku dengan  posisi duduk berada di belakang kemudi. Sementara Supriadi berada di kursi kiri depan, dan Wahyudin berada di kursi belakang supir. Wahyudin kemudian menjerat leher korban menggunakan tali jemuran, yang  dibantu Supriadi. Saat itu mobil dalam posisi berhenti di kawasan belakang Bandara Kalimarau.

“Laminyo saat itu fokus pada kemudi," tambahnya.

Setelah korban dipastikan tidak bernapas lagi, kemudian keduanya membawa dan membuang mayat korban di daerah Perkemahan Mayang Mangurai, sekitar 50 meter dari jalan. Keduanya sudah menerima setengah bayaran dari iming-iming Rp50 juta yang ditawarkan Laminyo.

“Dari keterangan keduanya inilah, kemudian menjurus ke pelaku lain yakni, Laminyo. Kasus ini akan kami kembangkan kembali," bebernya.

Selain itu pihaknya masih terus mendalami terkait sumber dana yang digunakan untuk membayar para eksekutor, dan keterlibatan istri korban seperti kabar yang beredar.

"Intinya masih kami kembangkan, dan informasi terus kami kumpulkan," pungkasnya. (bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia