Kepala Kampung Talisayan Merasa di Adu Domba

TALISAYAN – Diduga lantaran tak terima dengan komentar Lurah Talisayan terkait penyalahgunaan tanda tangan, pengurus koperasi dan beberapa orang yang diduga sebagai anggota koperasi mendatangi rumah Lurah Talisayan.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Lurah Talisayan, Yamsir membenarkannya. Ia mengatakan, memang pada hari Kamis sekitar 20 orang datang ke rumahnya beserta beberapa pengurus Koperasi Akbar Mandiri. Kedatangan mereka meminta penjelasan soal komentarnya di media terkait penambahan jumlah anggota koperasi tersebut.

“Saya didatangi beberapa orang memang, mereka tanya kenapa saya ngomong begitu di media. Saya jelaskan, ya memang saya tidak tahu ada penambahan dan saya sama sekali tidak ada menandatangani rapat penambahan jumlah anggota koperasi yang dibawa pengurus ke notaris untuk disahkan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (25/6/2016).

Dikatakannya, beberapa orang yang diduga anggota koperasi tersebut juga menanyakan mengapa Yamsir tidak menyetujui mereka dimasukkan dalam penambahan anggota. Padahal, mereka merasa membeli lahan dengan pihak oknum pengurus koperasi.

“Sepertinya saya mau di adu domba dengan pengurus ini, mereka bilang saya tidak setuju kalau ada penambahan. Padahal, yang saya komentari di media itu masalah tanda tangan saya, bukan masalah penambahan anggotanya dan yang saya tahu memang tidak ada penambahan jumlah anggota koperasi,” bebernya.

Yamsir membeberkan, ia sempat marah dengan kedatangan para pengurus koperasi tersebut. Pasalnya, setelah timbul kasus baru ia dilibatkan, sementara beberapa urusan koperasi baik Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan pembagian hasil plasma tidak diketahui oleh pihak Kampung.

“Saya marah dan sempat usir mereka. Saya tanya dengan mereka, apakah mereka pernah beri atau makan uang mereka, kenapa sudah berkasus baru bawa-bawa saya, saya bisa tuntut balik mereka itu nanti,” tambahnya.

Akibat kedatangan para pengurus tersebut, beberapa anggota koperasi lain yang merasa dirugikan para pengurus pun datang ke rumahnya. Kedatangan mereka juga mempertanyakan mengapa para pengurus datang ke rumah Kepala Kampung.

“Tadi malam sekitar 30 orang datang ke rumah juga, saya hanya menjelaskan kepada mereka kedatangan para pengurus, dan para pengurus tersebut juga mendukung apa yang saya sampaikan dengan penyidik saat itu karena memang itu kenyataannya,” ucapnya.

Yamsir berharap, kasus ini bisa segera selesai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan terpecahnya masyarakat akibat kasus ini, dikhawatirkan akan ada gerakan masa dari pihak yang dirugikan.

“Saya sebagai Kepala Kampung tetap meminta masyarakat percayakan ini dengan pihak kepolisian, jangan sampai masyarakat khususnya anggota melakukan hal-hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.(dws)