Uang Mainan Sanksinya Tak Main-Main

 

TANJUNG REDEB – Cukup banyaknya kasus penipuan yang melibatkan uang mainan, khususnya di Kabupaten Berau, akhirnya mendapat tanggapan dari Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa. Hal ini sudah sewajarnya menjadi perhatian para aparat tindak kriminal, guna mengurangi pelaku penipuan dengan menggunakan uang mainan tersebut.

Uang mainan itu dalam artian, seolah-olah hanya untuk media bermain agar dalam bermain dapat terkesan melakukan pembayaran seakan terlihat nyata, tetapi bukan berarti juga dipakai dalam kehidupan nyata, untuk menjadikan uang mainan sebagai alat pembayaran.

Lalu siapakah yang patut diberikan tindakan tegas? Pengolah, penjual, atau pelaku penipuan uang mainan. Ditanya seperti itu, Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa menjelaskan, jika pelaku penipuan dalam bentuk uang mainanlah yang patut diberi tindakan.

“Tindak pidana penipuan serta tindak pidana pemalsuan uang, yang akan diberikan kepada si pelaku,” tegasnya.

BACA JUGA : Uang Mainan, Sekarang Gak Main-Main..!!

Uang mainan dan uang palsu merupakan saudara kembar yang melanggar hukum, karena sama-sama hasil tindak pidana berupa meniru atau memalsukan uang yang dikeluarkan menjadi satuan mata uang sah. Walaupun uangnya mainan, tetapi kejahatannya merupakan kejahatan yang sangat serius.

Di sisi lain, pelaku penipuan sudah seharusnya sadar atas perbuatannya, walaupun itu dapat dikatakan menguntungkan bagi dirinya, tetapi suatu saat pasti juga akan berimbas kembali kepada dirinya sendiri. Selain itu, semua lapisan masyarakat juga harus bekerja sama dengan aparat hukum untuk melaporkan kasus penipuan semacam ini.

“Selalu waspada kepada pembeli, dan jika memang terjadi kasus serupa, segera laporkan kepada polisi,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia