Soal Pembacokan di Gunung Tabur, Begini Kronologi Menurut Keluarga Korban

 

TANJUNG REDEB – Kasus pembacokan yang dilakukan Arsyad (39) warga Kampung Samburakat, yang terjadi sekitar Pukul 23.30 Wita, Sabtu (15/04/2017) lalu, ditanggapi pihak keluarga korban yakni Prianggono, warga Jalan Bangsawan, Kecamatan Gunung Tabur.

Menurut kronologis yang diceritakan salah satu keluarga korban, Aji Joni, kejadian tersebut bermula sejak malam sebelumnya, Jumat (14/04/2017). Dimana Prianggono kehilangan 1 kemeja dan 1 sweater yang sedang dijemurnya. Merasa kehilangan, Sabtu malam sekitar pukul 23.30 Wita, Prianggono kemudian menyisir sepanjang tepian yang berada di dekat rumahnya, guna mencari tahu keberadaan bajunya yang hilang. Saat melakukan penyisiran itulah, lanjut Joni, Prianggono bertemu dengan 4 orang anak muda atau lebih, yang salah satunya anak Arsyad.

"Kemudian anak Arsyad ini ditegur oleh Prianggono, dan diminta jangan berkeliaran disekitar sini (tepian-red). Merasa tidak terima ditegur begitu, terjadi perkelahian antara si korban (Prianggono-red) dengan sekelompok anak muda ini termasuk anak pelaku (Arsyad-red). Karena merasa kalah, si anak kembali ke rumah dan melapor ke Arsyad bapaknya. Kemudian si anak, bapaknya dengan teman-temannya semuanya sekitar 10 orang, mendatangi korban yang sedang berdiam diri di rumahnya, dan terjadilah perkelahian. Si korban jatuh, Arsyad kemudian datang dan langsung melayangkan parang yang dibawanya hingga 3 kali dan mengenai bagian pinggang kiri belakang korban,” ujarnya diamini keluarga korban lainnya saat menyambangi redaksi beraunews.com, Selasa (18/04/2017).

Malalui pemberitaan ini, ia menegaskan jika kasus ini merupakan kasus pengeroyokan dan perlu dipahami jika Prianggono adalah korban dan Arsyad adalah pelaku. Bahkan, setelah membacok korban, pelaku langsung melarikan diri. 

"Atas laporan warga dan kesigapan kepolisian, pelaku berhasil ditangkap. Jadi kami minta kepada semua pihak yang tidak mengetahui persoalan ini untuk tidak asal berkomentar, termasuk memuji pelaku orang yang sabar. Inilah kronologi yang terjadi sebenarnya," tegasnya.

Selain itu, pihak keluarga korban juga sudah mengkonfirmasi ke Polsek Gunung Tabur melalui Kanit Reskrim Polsek Gunung Tabur, Wayan.

"Hasilnya, Kanit Reskrim Polsek Gunung Tabur menyatakan tidak pernah memberikan statement sebagaimana yang diberitakan," tandasnya.

Di berita sebelumnya, Kapolsek Gunung Tabur, AKP Sujarwanto mengatakan, pembacokan terjadi pada saat korban sedang berdiri di depan rumahnya. Selengkapnya dapat dibaca : Anak Dipukul, Bapak Ngebacok.(bnc)