Puluhan Anggota Koperasi Akbar Mandiri “Ngluruk” Polres Berau

TANJUNG REDEB – Puluhan warga Kecamatan Talisayan yang tergabung dalam keanggotaan Koperasi Akbar Mandiri mendatangi Mapolres Berau guna mempertanyakan perkembangan dan kejelasan kasus penyalahgunaan dana yang dilakukan pengurus koperasi. Selain itu, kedatangan mereka juga ingin memberikan keterangan terkait dana-dana yang pernah diterima selama menjadi anggota.

Diketahui, kasus penyalahgunaan dana yang dilakukan pihak pengurus koperasi ini sudah berjalan sekitar 5 bulan, namun hingga kini belum ada kepastian hukum. Dengan belum adanya kepastian hukum untuk para pengurus membuat dana plasma tahun 2016 ini terpaksa ditunda pencairannya oleh pihak perusahaan, hingga menunggu kepastian hukum.

Anggota Koperasi, Ilyas mengatakan, kedatangannya dengan para anggota yang lain ke Mapolres Berau guna menuntut keadilan dalam perkara ini. Pasalnya, anggota sudah terlalu lama menunggu hasil pemeriksaan, namun tak ada kepastian.

“Kedatangan kami ini jelas untuk mengetahui sejauh mana sudah kasus yang ditangani ini. Karena, tak sedikit masyarakat Talisayan sudah mempertanyakan hasil dari pemeriksaan dan laporan yang disampaikan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Kamis (23/6/2016).

Dikatakannya, banyak masyarakat yang sudah geram dengan tindakan yang dilakukan pengurus koperasi. Akibat dari perbuatan mereka, masyarakat dirugikan puluhan hingga ratusan juta yang seharusnya bisa dinikmati untuk hidup dan biaya pendidikan anak-anak mereka.

“Perbuatan mereka sudah keterlaluan, makanya kami datang untuk meminta kejelasan dan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian dan jika memang ada yang kurang, baik data atau keterangan kami siap diperiksa kapan saja yang penting kasus ini bisa selesai,” terangnya.

Desakan yang dilakukan para anggota ini bukan semata-mata ingin menjatuhkan pengurus. Namun, lebih kepada meminta kejelasan guna pengurusan dana yang akan diturunakan oleh pihak perusahaan.

“Informasinya akan ada dana yang masuk lagi dari pengurus untuk anggota tahun 2016 ini. Tapi karena pengurusnya masih dalam perkara, maka perusahaan juga belum mau mengeluarkan dana itu. Sementara masyarakat sudah butuh hak mereka ,” tambahnya.

Ilyas serta anggota lain berharap Polres Berau bisa segera menuntaskan kasus ini. Dikhawatirkan, para anggota yang sudah geram dan tak bisa menunggu terlalu lama akan mengambil tindakan sendiri.

“Itu yang masih kita terus kontrol para anggota ini, jangan sampai melakukan hal-hal diluar kewajaran yang mengarah ke pidana. Meski mereka sudah geram, namun kita tetap percayakan ini kepada pihak kepolisian,” bebernya.

Terpisah, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim), AKP Andreas Nurcahyo Wibowo melalui Kaur Bin Ops, Ipda Suwarno mengatakan, pihak Polres berencana akan meminta keterangan para anggota untuk melengkapi laporan pemeriksaan.

“Memang kita akan periksa mereka, namun dengan kedatangan mereka dalam jumlah besar maka akan kita kumpulkan dan kita berikan informasi terlebih dahulu,” pungkasnya.(dws)