FIKEP SBSI Serbu Polsek Talisayan

 

TALISAYAN – Sampaikan Aspirasi, DPC Federasi Industri Kesehatan Energi dan Pertambangan (FIKEP) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Cabang Berau sambangi kantor Polsek Talisayan Kamis (06/04/2017) pukul 10.30 Wita. Dalam aksi tersebut, puluhan personel polisi dari Polsek Tabalar, Talisayan, serta Polsek Biduk-Biduk, dan dibantu puluhan aparat dari Polres Berau melakukan pengamanan demo.

Dalam aksi itu, Ketua DPC FIKEP SBSI Berau, Suyadi, memimpin langsung aksi unjuk rasa dan menyampaikan sejumlah tuntutan yang dilayangkan kepada jajaran Polsek Talisayan. Salah satunya adalah, pengusutan pemotongan gaji karyawan untuk pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPH21) (pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri-red) yang dilakukan oleh pihak PT TBP, yang diduga telah digelapkan.

Kemudian, pihak FIKEP SBSI juga meminta agar proses kasus illegal BBM yang menimpa seorang anggota SBSI dapat segera diproses, serta kasus perjudian yang dinilainya ada unsur diskriminasi yang tidak adil.

Sementara terkait aduan dugaan penggelapan pemotongan gaji untuk PPH21,  sebenarnya hal itu sudah dibahas oleh pihak FIKEP SBSI bersama pihak perusahaan yang juga disaksikan oleh jajaran dari Polsek Talisayan. Hanya saja, kata dia, belum ada tindaklanjut dari pihak perusahaan terkait kejelasan dari pemotongan tersebut. Bahkan,  pihaknya juga telah mengadukan kasus PPH21 itu kepada pihak polsek untuk segera ditindaklanjuti. Hanya saja, aduan tersebut belum disentuh bahkan diproses sama sekali.

"Kita kan juga memiliki hak untuk dilayani sebagai masyarakat, dan meminta keadilan," bebernya.

Dalam aksi tersebut, pihaknya juga melakukan mediasi dengan aparat kepolisian, seperti Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid, Kabag Ops Kompol Winarto, Kanit Binmas AKP Sumarlik, dan Kapospol Batu Putih, Iptu Ridwan Lubis. Dalam mediasi tersebut, sejumlah tuntutan yang disampaikan pihak FIKEP SBSI disepakati akan ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

"Jadi sejumlah tuntutan yang kita sampaikan mendapat respon dari pihak kepolisian dan semua akan diproses, selain PPH21, juga termasuk kasus perjudian yang melibatkan 5 anggota SBSI yang terkesan didiskrimasi," tegasnya.

 

Sementara itu, di tempat yang sama, Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid membenarkan adanya sejumlah tuntutan yang dilayangkan pihak FIKEP SBSI kepada pihaknya. Hal itu dikatakannya akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab kata dia, dalam menyelesaikan persoalan tidak semudah yang dikira, perlu bukti pendukung yang kuat. Seperti halnya penyelesaian PPH21 yang diduga oleh SBSI telah digelapkan oleh pihak perusahaan.

"Dari mediasi itu sudah diserahkan ke Polsek Talisayan. Tapi kita juga harus mengumpulkan bukti kuat, agar dalam tindaklanjutnya tidak ada kesalahan," ungkapnya.

Kompol Winarto juga menambahkan, bahwa apa yang menjadi hasil dari mediasi tersebut sudah disepakati.

"Dari hasil mediasi, pihak SBSI sudah puas, dan tinggal menunggu laporan yang dibuat dari polsek," tandasnya.

Sementara itu, aksi yang dilakukan oleh FIKEP SBSI di halaman kantor Polsek Talisayan bubar sekitar pukul 15.00 Wita, usai dilaksanakan mediasi. Aksi yang digelar FIKEP SBSI itu juga berlangsung lancar dan kondusif.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia