Terkait Laporan Makmur HAPK, Polisi Periksa 4 Orang

 

TANJUNG REDEB – Terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh mantan orang nomor satu di Kabupaten Berau, Makmur HAPK, beberapa waktu lalu, Polres Berau sudah mulai memanggil dan meminta keterangan dari beberapa saksi.

Saat ini sudah ada 4 orang yang dipanggil dan dimintai keterangan yakni, Makmur selaku pelapor, serta SR, ED dan DN. Tiga orang yang diinisialkan namanya tersebut merupakan orang yang tahu terkait percakapan di grup WhatsApp Sahabat Berau.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan jika saat ini keterangan sudah mulai dikumpulkan dengan pemeriksaan beberapa saksi. Sementara baru 4 orang yang diminta keterangan, dan kemungkinan masih ada lagi yang akan diperiksa.

“Pelapor dan saksi lain sudah kami periksa, dan kemungkinan nanti akan ada saksi tambahan lagi untuk menambah keterangan yang dibutuhkan,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Rabu (05/04/2017) siang di Mapolres Berau.

Dikatakannya, sementara ini belum mengarah untuk pemeriksaan terhadap terlapor. Namun, setelah keterangan dari beberapa pihak sudah lengkap, terlapor akan dipanggil. Tetapi, jika memang dalam beberapa kali pemanggilan tidak datang dengan alasan di luar daerah, maka Polres Berau akan melakukan pencarian.

“Sementara belum kami panggil si terlapor, tapi nanti jelas ke arah sana. Kalau dia mangkir, ya kita cari,” tambahnya.

BACA JUGA : Dituduh Pinjam Dana untuk Danai Cantika Swara, Makmur HAPK Lapor Polisi

Untuk keterangan yang ada, perwira balok tiga ini juga belum bisa memastikan secara jelas arahnya. Segala kemungkinan bisa saja terjadi setelah penyelidikan selesai dilakukan.

“Dari terlapor kita belum minta keterangan, kalau dia nanti bisa tunjukkan bukti atas apa yang terjadi, mungkin bisa lain lagi permasalahannya,” bebernya.

Pada intinya, polisi masih menunggu beberapa keterangan saksi lain dan juga saksi ahli terkait kasus ini. Jika memang telah selesai, maka penyelidikan bisa dikembangkan menjadi penyidikan.

“Kita tunggu saja perkembangannya nanti, yang jelas kasus masih kami tangani dan kembangkan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia