Sebulan Edar Sabu, Arjuni Kembali Di Sel

TALISAYAN – Dipimpin Kanit Reskrim, Aipda Sugeng Ehwanuddin, Polsek Talisayan berhasil mengamankan salah seorang pengedar sabu bernama Arjuni (29), warga RT 06 Kampung Kayu Indah Kecamatan Batu Putih. Pria kelahiran 1987, tersebut ditangkap tanpa perlawanan  berarti di Jalan Poros Kampung Campur Sari Kecamatan Talisayan.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp500 ribu pecahan seratus ribu dari dalam dompet pelaku. Dari pengakuan tersangka kepada polisi, uang tersebut merupakan hasil penjualan sabu. Disamping itu, petugas juga mengamankan 1 poket kecil yang diduga sabu, 1 buah handphone warna hitam putih, dan sebuah dompet warna hitam.

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid pada beraunews.com mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan dalam menindak lanjuti aduan warga yang merasa resah akibat semakin maraknya peredaran narkoba di Talisayan.

“Penangkapan dilakukan sesaat setelah tersangka melakukan transaksi terselubung dengan informan yang identitasnya dirahasiakan pada 21 juni lalu. Sementara pelakunya masih kita amankan untuk proses lebih lanjut," ujarnya, Kamis (23/06/2016).

Dijelaskan Faisal, tersangka termasuk salah seorang residivis. Pasalnya, di tahun 2008 lalu, Arjuni sempat berurusan dengan petugas Polsek Talisayan akibat kasus yang sama. Hanya saat itu, ia terlibat dalam peredaran obat Double L (LL), namun bebas di tahun 2010.

"Sepertinya pelaku ini tidak ada kapoknya meski sudah pernah ditahan," bebernya.

Pihaknya menduga, Arjuni tidak bekerja sendirian. Ia yakin ada orang lain yang menggerakkan Arjuni dalam bisnis haram tersebut. Sebab, dalam melakukan peredaran narkoba pelaku terbilang masih baru.

"Kita curiga ada jaringan yang lebih besar dibelakangnya. Soalnya Arjuni ini baru sebulan ini mengedar. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Akibat ulahnya itu, tersangka diancam dengan Pasal 112 ayat 1 dan  pasal 114 ayat 1, serta pasal 127 ayat 3 huruf (a) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Selain merasakan kembali dinginnya  sel tahanan. Arjuni juga harus rela menghabiskan sisa bulan ramadhan tanpa keluarga di kantor polisi.(hir)