1,4 Ton BBM Disita Polsek Tabalar

 

TABALAR – Jajaran Polsek Tabalar menyita sekitar 1,4 Ton bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang dibawa oleh pelaku berinisial MZ (23) warga Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur sekitar pukul 03.30 Wita, Minggu (02/04/2017).

Ribuan liter BBM tersebut diangkut menggunakan pikap jenis Hilux KT 8496 GE dari arah Kecamatan Sambaliung dengan tujuan Sangkulirang. Namun, belum sempat diakomodasi ke Sangkulirang, jajaran Polsek Tabalar berhasil mengamankannya.

Kapolsek Tabalar, AKP Sarwandi mengatakan, pengamanan kendaraan yang mengangkut BBM ini berdasarkan informasi masyarakat yang mengetahui jika ada aktivitas tersebut terjadi di waktu dini hari. Selanjutnya, jajaran Polsek Tabalar melakukan pengembangan dan patroli wilayah.

"Saat anggota melakukan patroli wilayah, ditemukan kendaraan yang mencurigakan.  Setelah diperiksa, ternyata berisi BBM sekitar 73 jeriken berkapasitas 20 liter, selanjutnya kendaraan tersebut diamankan di Mapolsek Tabalar," ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Selasa (04/04/2017).

Menurut pengakuan pelaku, BBM tersebut rencananya akan dijual atau dipasarkan di wilayah Sangkulirang. Dalam hal ini ia juga merupakan suruhan dari seseorang di wilayah tersebut, dan pelaku juga mengaku jika perbuatannya ini baru kali pertama ia lakukan.

"Pengakuannya baru ini, tapi kasusnya ini masih kami kembangkan lagi," tambahnya.

 

Diketahui, pengangkutan BBM menggunakan pikap jelas dilarang seperti yang tertera pada pasal 55 dan atau pasal 35 huruf b undang-undang RI Nomor 22/2001 tentang BBM. Atas dasar tersebut, polisi melakukan tindakan tegas bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran, terkecuali yang dilengkapi dokumen untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau ini sudah kami periksa ternyata tidak dilengkapi dokumen, sehingga kami amankan untuk ditindaklanjuti," bebernya.

Sarwandi mengimbau agar masyarakat bekerjasama demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Beri informasi jika mengetahui atau melihat adanya indikasi terjadinya ilegal oli maupun pelanggaran tindak pidana lainnya.

"Kami harap masyarakat mengetahui dan mengerti tentang apa yang dilarang dalam undang-undang, dan jika memang ke depannya ada yang mengetahui pelanggaran seperti ini, maka segera laporkan ke pihak kepolisian," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia