Hanya Bisa Dihubungi 5 Detik, KM Safina Alami Kerusakan Mesin

 

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini, belum ada yang mengetahui pasti keberadaan kapal KM Safina yang berlayar dari Toli-Toli menuju Pesisir Selatan Kabupaten Berau. Namun, beberapa informasi sudah berusaha dikumpulkan oleh jajaran Polres Berau melalui Pospol Balikukup, karena ada sekitar 4 orang atau lebih yang merupakan warga Balikukup.

Kapospol Balikukup, Bripka Yusuf mengatakan, jika memang sampai saat ini belum ada titik terang terkait keberadaan kapal. Pihaknya juga sudah mendapat informasi dari tim Basarnas yang berencana akan membantu pencarian.

"Belum ada informasi lebih jauh tentang keberadaan kapal, dan upaya untuk melakukan pencarian juga sepertinya akan dilakukan oleh Basarnas, tapi kami tunggu informasi lebih lanjut saja," ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Selasa (04/04/2017).

Dikatakannya, Biasanya jarak dari Sulawesi menuju Pesisir Selatan hanya memakan waktu sekitar 14 jam jika ditempuh menggunakan jalur laut. Namun, hingga saat ini kapal yang diduga hilang tersebut belum diketahui dimana keberadaan pastinya.

"Biasanya kalau normal tidak sampai berhari-hari, hanya sekitar 14 jam saja perjalanan laut," tambahnya.

BACA JUGA : Usai Berlayar Tak Ada Kabar

Informasi lain, pemilik kapal katanya sudah pernah berhasil menghubungi juragan kapal tersebut melalui sambungan telepon. Namun, sambungan telepon hanya berdurasi 5 sampai 10 detik karena lemahnya sinyal. Dari informasi tersebut diketahui jika kapal masih berada di perairan Sulawesi.

"Katanya terjadi kerusakan mesin, tapi informasi ini akan kami kembangkan lagi untuk kepastiannya," jelasnya.

Selain itu, juragan kapal juga sempat memberi ciri-ciri dimana lokasi mereka berada saat ini. Pemilik kapal sempat melakukan pencarian, tetapi tidak membuahkan hasil,  sehingga kapal yang mencari pun kembali ke daratan.

"Katanya juragan kapal itu hanya bisa melihat gunung Sojol dan Tanjung Mangkaliat. Jadi dua hari lalu pemilik kapal keluar melakukan pencarian, tapi belum mengetahui keberadaannya. Terlebih karena faktor kekurangan BBM, sehingga pencarian dihentikan sementara," bebernya.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi lebih jauh terkait hal ini. Polisi juga terus memantau perkembangan yang terjadi, baik dengan berkomunikasi maupun patroli perairan.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia