Merasa Ditipu, Puluhan Konsumen Laporkan CV Semoga Jaya dan Pegasus

 

TANJUNG REDEB – Puluhan warga yang merasa menjadi korban penipuan diler  Honda CV Semoga Jaya dan Pegasus, berkumpul di Lapangan Pemuda, Jalan Pemuda, pada Jumat (31/03/2017) siang.

Tak lain tak bukan, warga yang merupakan konsumen dari kedua diler  tersebut menuntut kejelasan surat-surat kendaraan mereka, seperti STNK, BPKB serta pelat motor yang hingga saat ini tidak kunjung diberikan.

Tuntutan tersebut disampaikan melalui aksi longmarch (berjalan kaki) menuju Polres Berau dan Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin). Seperti yang disampaikan salah satu konsumen sekaligus koordinator aksi, Do Weh alias Ari. Dikatakannya, saat ini konsumen tengah bimbang apakah harus terus membayar cicilan motor kepada pihak leasing? Sementara kejelasan surat-surat tersebut juga meragukan.

Tak hanya konsumen yang melakukan kredit alias mencicil kendaraan bermotor yang dibuat bimbang, konsumen yang sudah melunasi ataupun membeli dengan tunai juga bernasib demikian.

"Kami berkumpul di sini hanya ingin menuntut hak kami, bagaimana kejelasan surat-surat kendaraan kami? Mestinya dari pihak diler  memberi kejelasan. Sebab, ada yang sudah lunas dan membeli secara tunai juga sampai saat ini surat-suratnya tidak ada," ungkapnya kepada beraunews.com.

Tak hanya itu, konsumen yang merasa telah melunasi dan membeli kendaraannya secara tunai, mengaku dirugikan dengan kejadian tersebut. Sebab, jika terjadi razia dan pemeriksaan surat kendaraan, konsumen tersebut kerap ditilang karena tidak memiliki surat kendaraan lengkap. Bahkan, untuk mengurus pelat motor dan pajak saja tidak berjalan mulus.

"Ada STNK sementara yang diberikan, tetapi itu hanya berlaku sebulan saja. Kalau razia, tetap saja kita kena. Apalagi masih banyak yang pelat motornya belum berganti sampai sekarang. Kami juga sudah beberapa kali menanyakan hal ini pada pihak leasing, tetapi semua tidak membuahkan hasil, hanya janji-janji saja yang diberikan," tegasnya.

Untuk memperjelas duduk perkara, puluhan konsumen tersebut pun disambut pihak kepolisian dalam membuat laporannya.

"Intinya kami minta pada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini, karena kami merasa ditipu kalau seperti ini kondisinya. Jangan sampai kami membayar tiap bulan sampai lunas, tapi hak kami atas surat kendaraan malah tidak diberikan," tandasnya.

Tak hanya itu, Hapidah, konsumen lain yang juga pemilik akun facebook ‘Hapidah Syam’ yang pertama kali memposting kekecewaannya di salah satu grup FB ‘LAPAK JUAL BELI BERAU (PART 2)’, mengaku marah.

Pasalnya, meskipun motor yang dibelinya secara kredit ini memang belum lunas, tetapi untuk STNK seharusnya sudah didapatkan setelah 3 bulan pembayaran angsuran, sesuai yang tertulis di perjanjian. Tetapi, kenyataannya, hingga 10 kali pembayaran angsuran, tidak ada kejelasan surat-surat motor ini.

“Kasihan juga teman-teman lain, yang bahkan ada hingga setahun menyicil tetapi belum juga mendapatkan surat kendaraan bermotornya. Sedangkan pembayaran kreditnya harus sesuai tepat waktu, karena kalau menunggak bakalan kena denda,” keluhnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia