GP Anshor Imbau Masyarakat Berau Saling Menghormati Agama

TANJUNG REDEB – Setelah pihak Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, memvonis hukuman kurungan penjara selama 1 tahun kepada Markus Poledatu, atas kasus penistaan agama yang menjeratnya, Organisasi Islam Gerakan Pemuda Anshor Berau, kembali angkat bicara.

Kali ini, melalui perwakilan GP Ansor, Hatta Basri, mengatakan pihaknya sangat menghormati putusan yang dijatuhkan pihak PN tersebut kepada tersangka penistaan agama, yang terjadi melalui salah satu kolom komentar pada akun media sosial facebook beberapa bulan lalu.

Dengan dijatuhkannya hukuman tersebut, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat serta penganut agama di Berau termasuk agama Islam, untuk tidak turut menyudutkan, menghina, memperolok-olok, hingga menistakan agama seseorang atau suatu kelompok tertentu yang agamanya diakui dan dilindungi oleh negara.

“Sikap kami terhadap putusan pengadilan sangat menerima dan menghormatinya. Sehingga kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan hal serupa yang dilakukan tersangka. Sebab, dalam beragama, khususnya bagi agama yang diakui negara, adalah hak masing-masing orang untuk menurutinya. Maka, jangan sampai menghina apalagi menistakannya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (25/03/2017).

BACA JUGA : Pelaku Diminta Tak Tinggal di Berau, Ini Tanggapan Polres

Ia juga mengakui, tersangka telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim dalam persidangan. Dengan itu, pihaknya dan seluruh umat muslim akan turut memberikan maaf kepada tersangka.

“Yang bersangkutan juga telah meminta maaf kepada umat Muslim atas apa yang ia lakukan. Kami memaafkan, karena yang namanya manusia pasti ada khilaf dan berbuat dosa, tidak luput dari kesalahan,” katanya.

Untuk menjaga kondusifitas dan ketentraman di masyarakat, ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Berau untuk menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran berharga di masa yang akan datang.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia