Bawa Ratusan BBM, PNS Kelay Ditangkap

TANJUNG REDEB – Jajaran Polsek Tanjung Redeb berhasil menggagalkan rencana pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium menggunakan mobil Avanza di jalan Dermaga, Kelurahan Karang Ambun, Pada Kamis  (23/03/2017) sekitar jam 13.30 Wita.

Diketahui pelaku bernama Mursalin (46) warga Muara Lesan, Kecamatan Kelay yang berstatus PNS. Dari tangan pelaku polisi menyita 17 jeriken ukuran 20 liter yang rencananya akan dibawa ke Kecamatan Kelay, dan 1 unit mobil Avanza KT 1058 GB.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang tengah mengisi bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melihat ada mobil yang mengisi BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar.

"Jadi kita dapat Informasi dari masyarakat, setelah kita kumpulkan beberapa keterangan, selanjutnya dilakukan penyelidikan terkait kendaraan yang digunakan tersebut," ungkapnya kepada beraunews.com, Just (24/03/2017).

Dikatakannya, setelah pelaku selesai mengisi dan mengarah ke jalan Dermaga sebelum ke Kecamatan Kelay, Unit Reskrim Polsek Tanjung Redeb berhasil mengamankan mobil terebut dan mengecek kebenaran informasi yang ada. Setelah dilakukan pengecekan dan ternyata benar, pelaku bersama barang bukti langsung diamankan ke Mapolsek Tanjung Redeb.

"Di daerah Jalan Dermaga kami amankan pelaku, dan setelah dicek mobil tersebut ternyata benar jika pelaku membawa BBM, setelah diperiksa ternyata pelaku seorang PNS yang beralamat di Kampung Muara Lesan, Kecamatan Kelay," tambahnya.

Dari pengakuan sementara, pelaku membawa BBM tersebut untuk dijual di daerah Kecamatan Kelay. Namun, polisi belum melakukan pemeriksaan lebih jauh terkait berapa kali pelaku sudah melakukan aksinya ini.

"Penyidik masih periksa pelaku, yang jelas pengakuannya sementara ini dia bawa untuk di jual di kampung," terangnya.

Irianto menjelaskan, jika memang untuk kebutuhan kampung, setidaknya masyarakat memiliki izin untuk membawa BBM, dan hal tersebut ada pengecualian untuk itu. Namun yang jelas untuk lebih aman lebih baik menggunakan drum.

"Kalau memang untuk kebutuhan kampung, bisa menunjukkan surat izin dan setidaknya bisa menjaga keamanan saat mengangkut," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia