Tukang Pangkas Rambut dan Sekuriti Dibekuk?

 

TANJUNG REDEB – Membuktikan komitmen memberantas narkoba di Berau, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Berau kembali berhasil membekuk dua Pebisnis sabu beberapa waktu lalu.

Diketahui, Dua pelaku tersebut bernama Dussalim (32) warga Jalan Pembangunan yang bekerja sebagai tukang pangkas rambut, dan Rafan (24) Warga Jalan Karang Mulyo yang berprofesi sebagai sekuriti salah satu perusahaan tambang batu bara.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 2 poket diduga sabu berukuran sedang, 5 poket diduga sabu berukuran kecil, uang tunai Rp500 ribu, 2 unit handphone, 6 buah plastik pembungkus sabu dan 2 buah pipet kaca.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Resnarkoba, AKP Herman mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba ini berkat informasi masyarakat yang mengetahui adanya oknum yang kerap melakukan transaksi. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

"Setelah kami terima laporan, selanjutnya kami kembangkan ke TKP dimana pelaku sering melakukan transaksi," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (23/03/2017).

Dikatakannya, setelah informasi yang diterima lengkap dan diketahui lokasi pelaku,  tim langsung bergerak ke Jalan Pembangunan dan berhasil membekuk seorang pelaku bernama Dussalim, setelah melakukan transaksi.

"Setelah melakukan pemeriksaan, polisi berhasil menemukan 4 poket yang diduga sabu. Selanjutnya pelaku diperiksa terkait asal usul barang bukti yang dimilikinya," tambahnya.

Dari pemeriksaan Dussalim, ditemukan 1 nama lain yakni Rafan (24). Selanjutnya tim kembali melakukan pengembangan dan berhasil membekuk pelaku di pos jaga salah satu tambang di Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur. Dari tangan pelaku, polisi menyita beberapa barang bukti termasuk yang diduga sabu-sabu.

"Barang buktinya tidak dibawa tapi disimpan di rumah. Setelah kita lakukan pemeriksaan, baru ditemukan barang haram tersebut," terangnya.

Saat ini kedua pelaku masih diperiksa di Mapolres Berau, untuk menggali informasi lebih jauh terkait asal usul barang. Sementara ini diketahui jika Rafan mendapat barang haram tersebut di daerah Sajau, Kabupaten Bulungan.

"Masih kami periksa dan kita gali informasi lebih jauh terkait asal usul barang. Khawatir ada orang lain lagi di belakang mereka," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia