Narkoba Rawan di Kampung Nelayan

 

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menilai peredaran narkotika saat ini marak di perkampungan dimana warganya mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Pasalnya, tak sedikit narkotika masuk ke Berau melalui jalur laut.

"Yang gawat memang saat ini di kampung-kampung nelayan, karena narkoba ini banyak datang lewat laut dan mungkin untuk mempermudah pemasaran, para nelayan juga jadi sasaran," ungkapnya saat ditemui beraunews.com usai kegiatan Musrenbang Kecamatan Teluk Bayur tadi.

Dikatakannya, Agus mengakui jika untuk wilayah kampung nelayan memang masih sulit untuk dilakukan pengawasan. Namun, ke depannya, pihak kampung juga diminta tidak lengah untuk hal seperti ini, karena berdampak buruk pada generasi muda Kabupaten Berau.

"Beberapa kali Musrenbang di wilayah yang banyak nelayan juga saya selalu mengingatkan para kepala kampung, agar tidak lengah, dan diharapkan bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat ataupun membuat imbauan, untuk menjauhi narkotika," tambahnya.

Sejauh ini belum ada kampung yang meminta agar di kampungnya dilakukan test urine. Padahal, hal itu boleh saja dilakukan dengan bekerjasama dengan BNK untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Narkoba ini sudah jelas ancaman. Beberapa kali Musrenbang saya lihat belum ada yang mengusulkan untuk dilakukan test urine di kampungnya, padahal itu boleh saja dan nanti bekerjasama dengan BNK," ucapnya.

BNK hanya memiliki kewenangan untuk mensosialisasikan dan melakukan pencegahan bukan penindakan. Jadi, diharapkan masyarakat bisa lebih paham terkait bahaya narkotika ini. Lakukan pengawasan terhadap pergaulan anak agar tidak terjerumus menggunakan barang haram tersebut.

"Kalau BNK hanya sosialisasi dan pencegahan saja, intinya dari masyarakat juga membantu agar kampung bersih dari narkotika," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia