Boleh Angkut BBM Pakai Pikap, Asal....

 

TANJUNG REDEB – Tak sedikit warga yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan mobil bak terbuka jenis pikap. Padahal, hal tersebut jelas bertentangan dengan pasal 53 huruf D undang-undang RI Nomor 22/2001, yang menyatakan setiap orang yang melakukan pengangkutan sebagaimana dimaksudkan pasal 23 tanpa izin usaha pengangkutan.

Pada kenyataannya, beberapa yang memiliki izin untuk membawa BBM masih menggunakan pikap yang jelas tidak sesuai standar keamanan. Namun, jika memang untuk kebutuhan masyarakat, Polres Berau memberi kebijakan tersendiri.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan untuk BBM yang diangkut menggunakan jeriken yang dimuat diatas pikap, jelas tidak aman dan melanggar undang-undang. Namun, untuk kebutuhan masyarakat dengan dilengkapi izin dari instansi terkait, ada kebijakan tersendiri.

"Biasanya seperti di daerah pesisir, mereka punya kelompok nelayan atau lainnya dan juga masyarakat pedalaman, yang lokasinya jauh jika harus membeli BBM ke kota, itu ada kebijakannya," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (14/03/2017).

Dikatakannya, biasanya terkait kelompok maupun masyarakat pedalaman tersebut, ada yang ditunjuk untuk mengakomodir izin membeli BBM dalam jumlah besar, dengan ketentuan berapa ton per berapa bulan.

"Yang penting sesuai dengan kebutuhan yang tertera pada izin. Kalau memang di izinnya misalnya 2 ton, ya Angkatlah 2 ton jangan melebihi," tambahnya.

Sebagian masyarakat biasanya berkomunikasi kepada Polsek-Polsek yang dilintasi dengan memberitahukan jika mereka mengangkut BBM dengan izin yang ada. Meski sebenarnya tidak perlu, namun, masyarakat paham akan hukum yang ada.

"Sebenarnya tidak perlu, tapi ada saja beberapa yang laporan karena mereka mengakui BBM ini untuk kebutuhan masyarakat," terangnya.

Damus menjelaskan, dengan menggunakan jeriken dan pikap, jelas tingkat kerawanan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, semakin besar. Diharapkan sopir atau yang mengangkut BBM bisa menggunakan drum yang dianggap sedikit lebih aman.

"Biasanya kan BBM diangkut truk tangki, tapi dengan kondisi mereka yang hanya menggunakan jeriken, sudah pasti rawan. Sebenarnya lebih baik menggunakan drum,”  tambahnya.

Damus berharap masyarakat yang mengangkut BBM demi kebutuhan masyarakat,  selalu membawa dokumen resmi dan memikirkan tingkat keamanannya. Yang jelas terkait peraturan angkutan BBM, ada kebijakan tersendiri demi kepentingan masyarakat.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia