Termakan Emosi, Rusli Dibacok Dua Bersaudara

 

TALISAYAN – Kasus pembacokan kembali terjadi di wilayah Talisayan. Kali ini terjadi di wilayah Kampung Purnasari Jaya. Tak pelak, kejadian tersebut membuat heboh masyarakat setempat.

Pembacokan dilakukan oleh dua orang bersaudara yang bernama Rizal (21), dan Heri Rahman (22) terhadap Rusli (40). Berdasarkan informasi yang dihimpun beraunews.com, penganiayaan tersebut diduga dilatarbelakangi permasalahan tanah. Sebenarnya, permasalahan korban dan keluarga pelaku sudah cukup lama, bahkan sudah beberapa kali didamaikan dengan cara mediasi.

Dari informasi itu juga dikatakan, korban sempat beberapa kali mengancam orang tua pelaku, dan puncaknya, korban juga diduga sempat menunjuk-nunjuk dengan cara mengacungkan sebilah parang ke orang tua pelaku pada Selasa (07/03/2017) pagi. Sehingga, memicu amarah salah satu pelaku, dan diikuti saudaranya saat berada di rumah Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono.

Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid menyampaikan, keluarga pelaku dan korban memang memiliki masalah sudah cukup lama terkait tanah. Guna menyelesaikan permasalahan itu, korban bersama Saprudin selaku orang tua pelaku, beserta salah satu anaknya yakni, Heri Rahman yang sempat diundang ke rumah kepala kampung untuk melakukan mediasi. Saat hendak dimediasi, tiba-tiba Rizal datang dengan membawa sebilah parang, dan langsung menganiaya korban dengan cara menimpas korban.

"Pelaku terpancing emosinya, makanya langsung menganiaya korban, dan diikuti saudaranya yang juga membawa parang. Kejadiannya itu di depan rumah kepala kampung," ungkapnya.

Beruntung, aksi tersebut sempat diredam kepala kampung beserta warga yang berada di sekitar lokasi. Korban yang masih selamat berkat pertolongan warga, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Talisayan dan kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk penanganan lebih lanjut.

"Rumah Sakit di sini tidak mampu, karena lukanya cukup parah, makanya dirujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk perawatan lebih lanjut," bebernya.

Sementara itu, kedua pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Talisayan untuk proses lebih lanjut. Keduanya juga terancam hukuman penjara lantaran telah melanggar pasal 170 KUHP.

Untuk menghindari aksi susulan, kedua pelaku terpaksa dipindahkan ke Mapolres Berau guna menghindari hal yang tak diinginkan.

"Ini juga demi keamanan kedua pelaku, serta mencegah aksi susulan, makanya pelaku dipindahkan ke Polres. Kita minta kedua belah pihak untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban kampung, dan menyerahkan kasus ini kepada kepolisian," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia