Terkait Pungli, 3 Pegawai BPN dan 7 Pegawai Dishub Diperiksa Polisi

 

TANJUNG REDEB – Hingga kini, para oknum yang diamankan oleh tim Saber Pungli masih berstatus saksi. Kasus ini pun terus dikembangkan oleh jajaran Satreskrim Polres Berau untuk mencari dugaan pelaku lain ikut dalam kegiatan pungli, yang dilakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jika saat ini penyidik masih terus melakukan pemeriksaan dan memanggil pihak-pihak terkait, yang mengetahui tentang aktivitas ini. Namun, pihaknya juga belum bisa mengatakan jika para pelaku juga kemungkinan menjadi tersangka, yang jelas keterangan masih terus dikumpulkan.

"Statusnya masih sebagai saksi. Kami juga masih terus melakukan pemeriksaan beberapa orang terkait kasus ini," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (08/03/2017).

BACA JUGA : Kepala BPN Penuhi Panggilan Polisi Terkait OTT

Dikatakannya, untuk kasus pungli di BPN, polisi sudah memeriksa tiga orang, dua orang yang merupakan terduga pelaku, dan satu orang lainnya merupakan kepala BPN. Sementara untuk Dishub sendiri, polisi sudah memeriksa sekitar 7 orang terkait kasus ini. Namun, seluruhnya masih dalam pengembangan.

"Sejauh ini kalau BPN sudah 3 orang, kalau Dishub sekitar 7 orang yang kami periksa. Tapi, kemungkinan akan ada lagi karena masih dikembangkan kasusnya ini," bebernya.

Selain itu, untuk beberapa barang bukti belum ada tambahan dari yang sudah diamankan pihak kepolisian. Namun, seiring berjalannya pemeriksaan, pihaknya juga akan mengembangkan ke arah tersebut.

"Kalau barang bukti sejauh ini belum ada tambahan, tapi ini kan masih kami proses juga," ucapnya.

Damus berharap jika memang masyarakat mengetahui adanya penyimpangan atau pungutan di luar peraturan yang sudah ditentukan, maka laporkan kepada pihak kepolisian agar bisa segera dilakukan pengembangan dan tindakan.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia