Petani Setubuhi Anak Tiri Hingga Punya Bayi Berumur 2 Bulan

 

TELUK BAYUR – Akibat menyetubuhi anak tirinya yang berinisial SS (19), SM (47), seorang petani warga Jalan Marsma Iswahyudi, Gang Garuda, Kelurahan Rinding, dibekuk jajaran Polsek Teluk Bayur sekitar pukul 20.00 Wita, Selasa (08/03/2017) kemarin.

Akibat perbuatan pelaku, SS hamil dan melahirkan anak perempuan yang saat ini sudah berumur 2 bulan. Perbuatan itu ternyata bukan hanya sekali dilakukan SM terhadap anak tirinya tersebut.

Kapolsek Teluk Bayur, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, terungkapnya perbuatan keji si pelaku setelah Bhabinkamtibmas Kelurahan Rinding mendapat informasi jika ada anak perempuan yang diduga keterbelakangan mental, melahirkan anak sekitar bulan Januari lalu. Merasa curiga, pihak keluarga dipanggil ke Mapolsek Teluk Bayur untuk dimintai keterangan.

Saat dimintai keterangan, ayah korban sempat mengatakan jika korban sering keluar malam dan sempat dipukul oleh seseorang, hingga diperkosa dan hal tersebut yang membuat si korban hamil. Namun, setelah beberapa kali diinterogasi, pelaku akhirnya mengaku jika dia sendiri yang menyetubuhi anak tirinya.

Diceritakannya, perbuatan pelaku ini sudah dilakukan sejak bulan Maret 2016 lalu. Diakui pelaku jika sampai saat ini dirinya sudah menyetubuhi anak tirinya sebanyak 10 kali di saat sang istri tidak berada di rumah.

"Sudah 10 kali, hingga akhirnya anaknya hamil dan melahirkan anak perempuan," tambahnya.

Dari pengakuan pelaku, pertama, ia melancarkan aksinya saat ia dengan sang anak sedang berbaring menonton televisi. Saat itu, ia melihat sang anak dan langsung terangsang. Seketika, ia memegang payudara anaknya dan mengajak sang anak untuk melakukan hubungan intim.

"Dia mengajak anaknya, dan mengancam kalau anaknya tidak mau, maka pelaku akan meninggalkan anak dan istrinya itu," bebernya.

Dari pengakuan sementara ini, sang istri tidak mengetahui jika pelaku melakukan persetubuhan terhadap anaknya. Namun, setelah hamil dan dipertanyakan tetangga, mereka berdalih jika korban diperkosa saat keluar malam.

"Ya kalau ditanya tetangga, alasannya anaknya ini diperkosa orang," ucapnya.

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan beberapa saksi lainnya. Sementara itu, anak korban dirawat oleh keluarga dari sang istri.

"Masih kami periksa, kalau kami lihat wawasan sang ibu ini kurang, sehingga diduga tidak berani melaporkan kejadian ini. Sementara, pelaku diancam pasal 286 Jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia