Baru 1 Hari di Berau, Warga Pendatang Ini Curi Motor

 

TANJUNG REDEB – Beberapa hari menjadi buronan Polsek Tanjung Redeb, pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Ismail (35) warga pendatang asal Sulawesi Selatan berhasil diamankan polisi. Penangkapan itu, berhasil dilakukan bekerjasama dengan Polrestabes Samarinda.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, pelaku diamankan setelah polisi mendapat laporan adanya pencurian motor di Jalan Raja Alam I, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait ciri-ciri pelaku dan kendaraan tersebut.

"Setelah kami dapat informasi, dugaan kuat pelaku lari ke Samarinda dengan membawa barang bukti berupa Motor Mio Soul GT KT 3371 GS," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (06/03/2017).

Dikatakannya, setelah mengetahui jalur kaburnya pelaku, polisi langsung berkoordinasi dengan Polresta Samarinda, dan pelaku berhasil diamankan bersama barang buktinya. Selanjutnya polisi menjemput pelaku ke Samarinda.

"Pelaku kami jemput ke Samarinda, sementara barang bukti masih dalam pengiriman ke Berau," tambahnya.

Sementara itu, Ismail menceritakan, jika ia datang ke Berau pada 25 Februari lalu untuk mencari kerja. Saat tiba di Berau, dirinya tidur di masjid dan berencana akan mencari kerja. Tanggal 26 Februari lalu, ia berusaha mencari kerja dengan berjalan kaki. Namun, karena kelelahan berjalan, dan melihat motor yang masih ada kuncinya, ia nekat membawa kabur motor tersebut.

"Setelah saya ambil motor itu, saya langsung ke Bulungan untuk cari kerja di sana. Tapi, sore saya sampai di Bulungan, malamnya sekitar pukul 23.00 Wita, saya jual jam tangan saya dan langsung kembali ke Berau," katanya.

Diceritakannya, tak berlama-lama di Berau, dirinya langsung pergi ke Samarinda pada 27 Februari lalu. Sesampainya di Samarinda ia berniat untuk menjual motor tersebut. Namun, baru sempat menawarkan, langsung diamankan oleh petugas.

"Saya sampai di Samarinda pagi hari, dan ditangkapnya malam. Motor itu sempat saya tawarkan dengan harga Rp2 juta kepada anggota polisi di Samarinda," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia