Kepala BPN Penuhi Panggilan Polisi Terkait OTT

 

TANJUNG REDEB – Terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim Saber Pungli di Badan Pertanahan Nasional (BPN), polisi kembali melakukan pemeriksaan. Kali ini Kepala BPN memenuhi panggilan polisi guna memberi keterangan lebih jauh atas kasus yang terjadi di dinasnya.

Ketua Tim Saber Pungli yang juga menjabat sebagai Waka Polres Berau, Kompol Rio Cahyowidi mengatakan, pemeriksaan terhadap kepala BPN sendiri jelas terkait permasalahan yang terjadi. Polisi meminta keterangan apakah pihaknya tahu atau tidak dan beberapa hal terkait mekanisme yang ada.

"Panggilan dan pemeriksaan terhadap kepala BPN itu jelas terkait permasalahan yang ada. Untuk pemeriksaannya sendiri, saya belum dapat laporan lanjutan dari penyidik," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (03/03/2017).

Dikatakannya, sejauh ini dua oknum yang diamankan dalam OTT beberapa hari lalu, masih berstatus saksi. Polisi masih akan meminta keterangan lebih jauh terkait masalah ini, dan polisi juga sudah mendapatkan beberapa barang bukti tambahan.

"Ada beberapa barang bukti tambahan, seperti beberapa dokumen lagi dan cek kosong. Saya belum tahu jelas apa saja itu. Nanti lengkapnya menunggu laporan dari penyidik," tambahnya.

BACA JUGA : Terjaring OTT, Oknum Pegawai BPN Diamankan Tim Saber Pungli

Terpisah, Kepala BPN, Umar Malabar menyatakan terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) di kantornya, pihaknya menyerahkan semua ini kepada hukum. Selain itu, permasalahan penjualan blanko sendiri dilakukan oleh koperasi dibawah naungan BPN.

"Saya hari ini dimintai keterangan saja. Kebetulan saat kejadian atau OTT itu, saya sedang dinas luar di Samarinda," kata dia.

Selama ini, Umar menyatakan tidak pernah mendengar atau menerima adanya laporan dari masyarakat, jika ada oknum-oknum pegawai BPN yang melakukan pungli. Namun, pihaknya juga tidak memungkiri apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Semuanya masih diperiksa dan belum terbukti. Kalau prosedur pembayaran PNBP itu langsung ke bank. Kalau blanko atau form, dijual oleh koperasi Bhumi Bhakti Adhiguna. Yang jelas saat ini kami ikuti proses hukum yang ada," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia