9 Truk Bermuatan Kelapa Sawit Diamankan Satlantas Polres Berau

 

TANJUNG REDEB – Sembilan truk bermuatan kelapa sawit diamankan Satlantas Polres Berau di KM 20, jalur Berau-Bulungan, karena bermuatan lebih atau tidak sesuai dengan kapasitas jalan.

Kasat Lantas Polres Berau, AKP Wisnu Dian Ristanto mengatakan, melihat kondisi badan jalan Berau-Bulungan yang relatif labil, dalam beberapa hari ini pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan kajian. Dari hasil kajian, jalan tersebut masuk dalam kategori kelas 3 dimana kapasitas atau beban maksimal hanya 8 ton.

"Selanjutnya kami cek ke lapangan dan terbukti beberapa kendaraan bermuatan diatas 8 ton, sehingga kami amankan. Namun, karena ini masuk dalam operasi simpatik, kami lebih mengutamakan imbauan kepada para sopir," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (03/03/2017).

Dikatakannya, hal ini perlu dilakukan, karena jika kendaraan dengan kapasitas diatas 8 ton terus dibiarkan melintas, maka bisa jadi umur jalan akan semakin pendek. Apalagi terlihat kondisi badan jalan Berau-Bulungan saat ini banyak yang ambles dan membahayakan pengendara.

"Jalan ini bukan hanya untuk mereka, tapi seluruh masyarakat. Jika hal ini dibiarkan dan jalan semakin rusak parah, maka masyarakat yang akan dirugikan," tambahnya.

Seluruh kendaran yang diamankan saat ini memiliki kelengkapan surat-surat. Namun, untuk sopir ada beberapa yang tidak memiliki SIM. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memanggil pihak-pihak terkait atas kendaraan tersebut, untuk mengimbau agar tidak memuat diatas 8 ton.

"Mereka bukan kali ini saja, jadi perlu diberitahukan lagi agar mereka bisa memuat maksimal 8 ton, demi keawetan badan jalan," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu sopir berinisial SB mengaku, dirinya bersama beberapa sopir lain mengangkut kelapa sawit dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan menuju pabrik sawit di Lempake, Kecamatan Tabalar.

 

"Kami mulai kemarin di sini, dan dalam perjalanan sudah hampir 1 minggu. Ini percuma juga sudah mau dibawa ke pabrik karena pasti ditolak. Buah-buah yang ada sudah mulai hitam membusuk dan pasti kami yang akan disalahkan pihak perusahaan pemilik sawit," tambahnya.

Kendaran tersebut diakuinya bukan milik perusahaan. Namun, pihaknya dirental untuk mengangkut sawit menuju Berau, dan ini bukan kali pertama ia lakukan.

"Kalau seperti ini, pihak perusahaan juga tidak mau tahu kalau pabrik tidak menerima buah ini. Kami akui jika kami salah, jadi mau bagaimana lagi?" pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia