Klarifikasi ke Provinsi, Ini yang Didapatkan Sa’ga

 

TANJUNG REDEB - Dilaporkan Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) terkait adanya surat pernyataan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, yang mengatakan jika ijazah atas nama dirinya tidak terdaftar, Sa’ga pun angkat bicara.

Dalam konferensi pers yang digelarnya, Sa’ga mengatakan, jika kasus seperti ini pernah dialaminya di tahun 2004, dan laporan itu tidak bisa dilanjutkan karena tidak cukup bukti. Wujudnya, pada 16 Agustus 2004, Polres Berau mengeluarkan surat pernyataan jika sudah dilakukan penyidikan pada dirinya dengan saksi-saksi, dari KPU Berau, Panwaslu, Dinas Pendidikan Kaltim, Yayasan Giri Mukti dan Kepala Sekolah Dasar Negeri 02 Pulau Derawan.

Bahkan kala itu, surat pernyataan dari Polres sudah disertai lampiran berita acara penyerahan ijazah kepada dirinya, yang ditandatangani penyidik maupun saksi pada saat itu.

"Surat itu ditujukan kepada KPU Berau, dan diketahui oleh Dir Reskrim Polda Kaltim dan Panwaslu Kabupaten Berau," ungkapnya, Minggu (05/02/2017).

BACA JUGA : Soal Ijazah Sa’ga, KPUD : Pemilu Sudah Selesai

Dikatakannya, terkait surat pernyataan yang menjadi barang bukti si pelapor juga berbeda penerbitannya dengan surat pernyataan yang dimilikinya. Surat yang dimiliki pelapor seperti yang diketahui dari beberapa media adalah surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda. Sementara Kamis (02/02/2017) lalu Saga sudah mengklarifikasi ke Disdikbud Provinsi Kaltim dan jelas namanya terdaftar.

"Saya ada pegang surat pernyataan dari Disdikbud Provinsi Kaltim, dimana surat tersebut juga ditujukan kepada Polres Berau. Sementara yang menjadi barang bukti pelapor dikeluarkan oleh Disdikbud Kota Samarinda," ujarnya sambil menunjukkan surat tersebut.

Dari surat Disdikbud Kaltim tersebut dijelaskan, bahwa surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan surat tanda tamat belajar SMA atas nama Sa’ga dengan nomor ujian 1191829, adalah benar pemilik ijazah dimaksud dan telah mengikuti ujian persamaan bertempat di SMU 5 Balikpapan dan dinyatakan lulus, sehingga Sa’ga berhak memperoleh ijazah dengan nomor seri 26 Mup 0022317 yang dikeluarkan di Samarinda tanggal 23 Juni 2001 dan ditandatangani Mugni Baharuddin selaku ketua panitia.

 

Terkait permasalahan ini, Sa’ga sendiri belum bisa memperkirakan apakah ada unsur politik atau hal lainnya. Yang jelas saat ini, dirinya melalui pengacaranya Syahrudin dari Perkumpulan Advokat Indonesia akan mempelajari dan melakukan kajian-kajian terlebih dahulu.

"Kami akan telusuri dulu, dan jika informasi yang kami kumpulkan sudah valid baru akan kami tentukan langkah hukum apa yang akan kami ambil," jelas Syahrudin.

Selain itu, Syahrudin meminta agar masyarakat atau siapapun tidak berkomentar melalui media elektronik seperti sosial media terkait permasalahan ini jika memang belum mengetahui permasalahan yang terjadi. Jika memang sudah berkomentar yang tidak-tidak diharap agar mengklarifikasi dan meminta maaf kepada kliennya.

"Kami punya beberapa status atau komentar seseorang dengan nama salah satu akun Facebook yang kami anggap salah. Klien kami juga saat ini siap melakukan rilis karena sudah memiliki data yang lengkap," pungkasnya.(bnc)

Wartawan : Dedy Warseto/Editor : R. Amelia