Soal Ijazah Sa’ga, KPUD : Pemilu Sudah Selesai

 

TANJUNG REDEB – Bergulirnya kasus dugaan ijazah palsu terhadap Sa’ga yang dilaporkan Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) ke Polres Berau, tidak terlalu ditanggapi serius oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Berau. Pelaporan itu sehubungan dengan adanya dugaan tidak terdaftarnya ijazah Sekolah Menengah Umum (SMU) anggota DPRD Berau tiga periode tersebut pada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltim.

Ketua KPUD Berau, Roby Maula mengungkapkan, dirinya terlebih dulu ingin mengapresiasi seluruh percakapan awak media pada beberapa grup media sosial (Whatsapp) pasca terbitnya pemberitaan terkait pelaporan LPPNRI ke Mapolres Berau atas dugaan tidak terdaftarnya ijazah SMU yang digunakan Sa’ga pada saat mengikuti pemilu legislatif (Pileg) beberapa periode lalu. Meskipun, tahapan penyelenggaraan Pileg terbaru yakni tahun 2014 lalu, itu telah berakhir.

Dari percakapan itu, dirinya pun bisa secara aktual juga meilhat dan menilai langsung tanggapan masyarakat akan kasus tersebut. Untuk awak media sendiri, dirasakan Roby, telah ada kedewasaan yang luar biasa dalam menempatkan masalah yang ada pada porsinya masing-masing.

“Jadi, jawaban itu saya himpun dari teman-teman sekalian dan setelah saya berkomunikasi juga dengan komisioner yang lain. Secara garis besarnya, saya kembalikan dulu apa pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada KPU, yang disampaikan tadi, KPU itu bekerja secara inklusif,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Jumat (03/02/2017) siang.

BACA JUGA : Dilaporkan ke Polisi, Ini Tanggapan Saga

KPUD Berau bekerja secara inklusif, jelas Roby, yakni KPUD Berau tidak pada posisi memiliki kewenangan untuk menentukan kebenaran, keaslian ataupun aktualisasi akan suatu berkas dari calon anggota dewan maupun calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Yang berwenang mengeluarkan surat itu ialah pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab langsung akan hal tersebut.

Misalnya, pada Pilkada Berau tahun 2015 lalu, lanjut Roby, terkait ijazah calon-calon Bupati dan Wakil Bupati Berau yang ikut bertarung dalam pesta demokrasi itu, pihaknya menyerahkan, menyampaikan dan menyurati pihak terkait untuk mengeluarkan surat keterangan akan kebenaran, keaslian ataupun aktualisasi dari ijazah-ijazah tersebut.

“Benar atau tidak atau terkait hal-hal teknis lainnya, akan dijawab dalam surat jawaban mereka kan, dinas terkait. Begitu juga saya rasa dengan pemilu legislatif, meskipun kita mau tarik mundur sekalipun. Saya masih ingat juga mengenai Undang-Undang Nomor 8/2012 maupun PKPU-nya sendiri secara teknis, tidak ada hal yang signifikan perbedaannya,” lanjutnya.

Untuk itu, tambah Roby, dirinya meyakini para anggota dewan yang terpilih pada Pileg tahun 2014 lalu telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh undang-undang dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) sendiri. Selain itu, jika terdapat kekeliruan, KPUD telah memberikan masa sanggah.

“Yang saya tegaskan di sini mungkin, masa untuk penyelenggaraan kita sudah tuntas. KPU sudah tuntas, kalaupun ada pertanyaan beberapa pihak untuk hal-hal yang terkait dengan, yang termasuk dalam berita dan pembahasan ini, kita punya SOP juga,” tambahnya.

Yang tentu saja, menurut Roby, Standar Operasional Prosedur (SOP) itu berpedoman pada undang-undang maupun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang ada, serta peraturan turunan lainnya. Peraturan yang ada itupun telah mengatasi hal-hal yang dipertanyakan KPUD dalam proses penyelenggaraan Pileg maupun Pilkada sebelumnya.

Seandainya pun ada pemeriksaan dan sebagainya di kemudian hari, itu tentu telah diatur dalam SOP tersendiri. Untuk itu, Roby enggan berbicara terhadap perorangan, melainkan berdasarkan tahapan penyelenggaraan Pileg secara keseluruhan.

“Tahapan penyelenggaraan sudah dinyatakan sah, jadi kami tidak mengatakan bahwa itu sudah lengkap dan sebagainya, itu sudah sah. Sudah teruji bahkan, teruji dimana? Mitigasi dan mahkamah konstitusi. Jadi, biar tidak berkembang statement yang ada, untuk penyelenggaraan pemilu sudah selesai,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia