Para Korban Penipuan Suryani Mulai Melapor

 

TANJUNG REDEB – Selain istri Abdul Wahab, beberapa korban Suryani Dahlan yang diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah orang mulai angkat bicara. Kali ini, 4 orang kembali melaporkan kasus serupa dan 3 diantaranya mereka merupakan tersangka kasus penyalahgunaan dana plasma Koperasi Akbar Mandiri.

Pelapor, Aminin T mengatakan, ia pertama kali bertemu dengan Suryani di Mapolres Berau saat dipanggil pihak kepolisian, untuk memberikan keterangan terkait penyalahgunaan dana plasma. Setelah Suryani mengetahui kasus yang menjerat mereka, Suryani mengatakan jika ia bisa membantu agar dia dan teman-temannya tak ditetapkan sebagai tersangka.

"Awalnya ketemu di Polres saat saya dan beberapa pengurus koperasi dimintai keterangan. Setelah dia bilang bisa membantu, dia minta sejumlah uang dan kami beri Rp25 juta agar kasus tidak berlanjut," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (25/01/2017).

Dikatakannya, usai memberi uang kepada Suryani, keesokan harinya Aminin bersama beberapa pengurus lain malah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Suryani mengatakan akan membantu agar mereka tidak ditahan.

"Beberapa kali saya beri dia uang lagi, karena dia memaksa kalau tidak dikasih, kami akan cepat ditahan. Terpaksa saya harus korek tabungan pribadi istri saya," katanya.

BACA JUGA : Istri Tersangka AW Dimintai Sejumlah Uang

Aminin mengaku jika sering memberi sejumlah uang saat Suryani meminta. Bahkan belum sampai rumah saat ia pulang ke Talisayan, Suryani menelepon meminta sejumlah uang lagi dengan alasan untuk memberi sejumlah polisi agar kasus tidak berlanjut.

"Kalau meminta sering memaksa, tapi karena kami juga takut ditahan, kami percaya saja dengan dia," jelasnya.

Dari perhitungannya, ia sudah mengeluarkan dana yang diminta Suryani sekitar Rp83.300.000. Namun, karena dianggap tidak ada perubahan atas kasus tersebut, ia memutuskan untuk tidak lagi memberi uang meski Suryani beberapa kali meminta.

"Sudah kami beri uang, malah kasus jalan terus. Saya ada juga bukti pengiriman uang yang dikirim anak saya ke rekening dia," terangnya.

Terpisah, pelapor lain, Taiwan mengungkapkan hal yang sama. Sejauh ini ia sudah mengeluarkan dana sekitar Rp32 juta. Pertama kali ia memberikan uang sekitar Rp5 juta, lalu Rp10 juta, Rp2 juta dan yang terakhir Rp15 juta.

"Saya sampai jual kebun karena tidak ada uang. Tapi kami malah dipanggil terus untuk memberi keterangan," ucapnya.

Sementara itu, Abdul Razak juga pernah memberikan uang sekitar Rp6 juta yang ia berikan kepada pengurus lain, guna mencukupi sejumlah uang yang diminta oleh Suryani

"Kurang tahu jumlah pastinya yang dia minta saat itu berapa, yang jelas kami patungan dan saya sendiri sekitar Rp6 juta," jelasnya.

Sementara itu, Abdul Wahab yang merasa paling dirugikan. Pasalnya dua kasus yang menjerat dirinya dirasa dimanfaatkan oleh Suryani. Sudah sekitar Rp150 juta bahkan 1 unit mobil pun dipakai oleh Suryani hingga ditarik oleh dealer.

"Ini kami laporkan karena banyak sekali uang yang sudah kami keluarkan tapi tidak ada perkembangan. Alasannya, untuk penyidik dan lainnya," bebernya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa mengatakan, jika Suryani sudah datang ke Polres Berau untuk mengklarifikasi laporan dari istri Wahab beberapa waktu lalu. Padahal, polisi belum melakukan pemanggilan atas terlapor.

"Tiba-tiba saja dia datang mau klarifikasi katanya. Kemarin Kanit Resum yang menerima, entah sudah diperiksa atau belum. Nanti perkembangannya kami sampaikan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia