16 Kendaraan Bertangki Modifikasi Pengantre BBM Diamankan

 

TANJUNG REDEB – 16 kendaraan yang kerap mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), diamankan jajaran Polsek Tanjung Redeb, sekitar pukul 14.30 Wita, Jumat (20/01/2017).

Puluhan kendaraan ini diamankan saat sedang mengantre di SPBU dan ada juga beberapa kendaraan yang tengah memindahkan BBM dari motor ke jeriken berkapasitas 20 liter di tempat-tempat yang sepi dari arus lalu lintas.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, sebelum puluhan kendaraan ini diamankan, beberapa personel Polsek sudah melakukan pemantauan terlebih dahulu. Setelah diketahui beberapa kendaraan sudah berkali-kali mengantre BBM, petugas langsung mengamankannya.

"Ya kami pantau dulu sebelum kami amankan, setelah anggota di lapangan mengetahui siapa-siapa saja yang bolak-balik masuk SPBU, dan dimana tempat mereka ngetab, selanjutnya langsung diamankan," ungkapnya saat ditemui beraunews.com.

 

Dikatakannya, setelah dilakukan pengamanan, puluhan kendaraan yang ada didata dan diserahkan ke Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau, untuk ditindak terkait surat-surat dan kelengkapan kendaraan lainnya.

"Kami koordinasi dengan Satlantas Polres Berau untuk penindakan terkait kelengkapan surat kendaraan mereka dan juga modifikasi tangki motornya," tambahnya.

Giat ini masih akan dilakukan oleh jajaran Polsek Tanjung untuk melakukan pengawasan di beberapa SPBU yang ada di wilayah hukum Polsek Tanjung Redeb. Begitu juga tempat-tempat yang menjadi andalan para pengetab menampung BBM.

"Kami akan patroli rutin untuk masalah ini. Begitu juga pengawasan di beberapa SPBU,” ungkapnya.

 

Di tempat yang sama, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Berau, Ipda Amin Maulani mengatakan, selain diberikan sanksi tilang terkait surat-surat kendaraan, pemilik kendaraan yang memiliki tangki modifikasi juga dikenakan pasal 285 Ayat 1 dan pasal 52 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas. Dimana, kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan teknis, dikenakan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu. Dan setiap kendaraan yang dimodifikasi mengubah persyaratan kontraksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.

"Beberapa kendaraan yang tangki motornya tidak sesuai spesifikasi bawaan pabrik akan kita kenakan pasal 285 ayat 1, dan ditambah denda jika mereka tidak dilengkapi surat-surat," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia