Ini Motif Suardi Tikam Lukman

 

TANJUNG REDEB – Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Suardi (25) atas kasus penikaman yang dilakukannya terhadap Lukman (27) sekitar pukul 16.40 Wita, Selasa (17/1/2017) kemarin di Jalan Diponegoro, Gang Cendrawasih.

Kasat Reskrim, AKP Damus Asa melalui Kaur Bin Ops, IPTU Suwarno mengatakan selain pelaku, polisi juga sudah meminta keterangan beberapa saksi-saksi yang melihat kejadian penikaman tersebut. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait tindakan terhadap jenazah korban.

"Saat ini pemeriksaan pelaku masih berlanjut. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak keluarga dan pihak keluarga juga bersedia tidak dilakukan otopsi pada jenazah korban," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Rabu (18/01/2017).

Suwarno menambahkan, dari pengakuan sementara pelaku, motif penikaman ini sendiri dipicu karena emosi dengan korban. Sebelum kejadian, pelaku sempat mendapat telepon dari keluarganya di Sulawesi. Dari telepon tersebut, pelaku merasa ada hal yang tidak ia suka atau membuatnya emosi.

"Awalnya pelaku ini dapat telepon dari keluarganya. Habis menerima telepon pelaku sudah memendam emosi yang entah apa penyebabnya," kata dia.

BACA JUGA : Rekonstruksi Penikaman Lukman Digelar

Dengan kondisi emosi dengan pihak keluarga, korban yang juga satu kamar mess dengan pelaku, menggoda dengan beberapa candanya. Namun, candaan tersebut pun membuat pelaku makin tersulut amarah yang mengakibatkan pelaku melampiaskan emosinya dengan menikam korban.

"Seperti tak terima dibecandai oleh korban, pelaku makin emosi dan mencari kesempatan untuk melakukan penikaman. Setelah korban pulang membeli kopi dan mie, pelaku langsung melakukan aksinya," tambahnya.

Aksi penikaman tersebut dilakukan pelaku di dapur saat korban tengah memasak mie. Setelah ditikam dibagikan dada kiri, korban sempat mendorong pelaku keluar dapur dan tak lama kemudian korban tersungkur tak berdaya.

"Melihat korban sudah tak berdaya, pelaku berusaha kabur melalui pintu belakang dan membuang barang bukti sebilah badik ke semak-semak," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, Suardi diancam pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun dan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia