Sopir Ini Pesan Sabu dari Napi Rutan

 

TANJUNG REDEB – Asik pesta sabu, dua sopir berinisial AM (33) warga Sambaliung, dan LK (27) Warga Talisayan, berhasil dibekuk jajaran Polsek Tanjung Redeb sekitar pukul 23.30 Wita, Selasa (10/01/2017) malam kemarin.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, penangkapan kedua pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Setelah mendapat inisial pelaku, tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan.

Dikatakannya, kedua pelaku berhasil diamankan di Jalan Poros Labanan dengan barang bukti dua poket sabu-sabu, alat isap sabu atau bong, korek api dan timbangan digital. Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti diamankan ke Mapolsek Tanjung Redeb.

"Kasus ini masih kami kembangkan, pelaku masih dalam pemeriksaan, khawatir ada pelaku lain yang satu jaringan dengan para pelaku ini," tambahnya

Terpisah, pelaku AM mengatakan, barang haram itu ia pesan dari temannya yang saat ini menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb. Tetapi, barangnya diambil dari seseorang yang diduga orang suruhan dari temannya tersebut.

Ia mengaku baru kali ini pesan barang. Ia juga beralasan menggunakan sabu guna kebutuhan pekerjaannya, menjaga staminanya, agar tidak mudah mengantuk saat menyetir mobil.

Sementara LK, juga membuat pengakuan yang sama. Ia juga mengaku menggunakan sabu hanya untuk keperluan pekerjaan. Tapi, ia membeli barang melalui AM. Bahkan, AM yang mencarikan.

Terpisah, Kepala Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Agus Dwirijanto mengatakan, terkait hal itu pihaknya akan kembali melakukan razia di setiap kamar narapidana, untuk memastikan adanya telepon genggam yang masuk dan dipergunakan oleh para napi.

“Kalau saya bilang sudah tidak ada lagi HP, itu tidak mungkin. Tapi kami sudah berupaya memperkecil kemungkinan adanya HP masuk ke dalam rutan,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah membuat wartel dengan 3 unit HP yang bisa digunakan para napi saat jam besuk, untuk keperluan komunikasi dengan keluarga mereka. Namun, itupun hanya untuk menelepon, bukan menerima telepon.

Terkait pengawasan, ia mengaku jika masih kekurangan petugas. Petugas yang ada saat ini tidak sebanding dengan banyaknya pengunjung.(bnc)

Wartawan: Dedi Warseto/Editor: R. Amelia