Miliki Double L, Seorang Pemuda Dibekuk Polsek Gunung Tabur

GUNUNG TABUR – Miliki double L, seorang pemuda berinisial Rh (21) warga Kampung Maluang RT 2, Kecamatan Gunung Tabur diringkus tim Polsek Gunung Tabur di Gang Masjid Kampung Maluang, sekitar pukul 15.30 Wita, Kamis (26/5/2016) kemarin.
 
Dari tangan pelaku tim berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp100 ribu, 1 unit Handphone (Hp) Merk Nokia, 1 set alat isap sabu atau bong, 4 buah korek gas, 1 plastik bekas pembungkus sabu, sedotan plastik, 4 bungkus plastik pembungkus  double L dengan isi 10 butir perbungkus.

Kapolsek Gunung Tabur, AKP Sujarwanto mengatakan, pengungkapan ini berkat kerjasama tim Satresnarkoba Polres Berau bersama Polsek Gunung Tabur yang menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengetahui adanya oknum yang menguasai atau memiliki narkotika.
 
“Kita kerjasama dengan Satreskrim Polres Berau dalam pengungkapan ini. Kita sebelumnya mendapat laporan dari masyarakat dan selanjutnya kita kembangkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkapnya kepada beraunews.com.
 
Dikatakannya, tim menunggu pelaku melakukan transaksi. Setelah pelaku melakukan transaksi, tim langsung melakukan penggerebekan terhadap pelaku yang saat itu sedang berada dirumahnya.
 
“Kita langsung grebek dirumahnya di Kampung Maluang, Gang Masjid. Setelah kita lakukan penggeledahan, kita berhasil amankan double L dan alat isap sabu serta beberapa barang bukti lainnya,” tambahnya.
 
Selanjutnya, pelaku langsung digiring ke Mapolsek Gunung Tabur guna dilakukan pemeriksaan terkait kepemilikan. Diduga pula masih ada pelaku lain yang merupakan jaringan dari pelaku ini.
 
“Kita sudah amankan pelaku di Mapolsek Gunung Tabur untuk diperiksa lebih lanjut. Terkait kasusnya kita masih akan lakukan pengembangan, pasalnya diduga masih ada pelaku lain yang masuk dalam jaringan pelaku ini,” pungkasnya.
 
Akibat perbuatannya, pelaku diancam Pasal 197 UU Nomor 36/2009 yang menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 Milyar.(dws)