2016, Narkotika Banyak Masuk Dari Tarakan dan Bulungan

 

TANJUNG REDEB – Tak dapat dipungkiri, peredaran narkotika di Kabupaten Berau masih mengancam generasi muda. Barang haram tersebut banyak masuk ke Berau melalui jalur darat atau melalui Kalimantan Utara.

Kasat Satreskoba Polres Berau, AKP Herman mengatakan, dari beberapa kasus yang ditangani Satreskoba tahun 2016, mayoritas barang haram yang didapat pelaku, masuk melalui jalur darat Kabupaten Bulungan menuju Berau dan selanjutnya diedarkan ke beberapa wilayah di Berau.

"Paling banyak dari Tarakan, melalui Bulungan dan selanjutnya ke Berau," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Rabu (03/01/2017).

Dikatakannya, selain jalur darat juga ada yang melalui jalur perairan langsung ke daerah Tanjung Batu dan pesisir selatan. Namun, barang yang masuk dari pesisir selatan jarang diedarkan ke daerah Tanjung Redeb.

"Kalau Tanjung Redeb ini lebih banyak dari Bulungan itu, kalau dari pesisir jarang diedarkan ke Tanjung Redeb," tambahnya.

Untuk mengantisipasi peredaran narkotika di Kabupaten Berau, Satreskoba berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Berau dan melakukan test urin di beberapa daerah hingga SKPD. Selain itu, beberapa operasi cipta kondisi juga dilakukan untuk menutup ruang gerak para pelaku pengedar narkotika.

"Sekarang cukup menurun, BNNK giat melakukan test urin, dan dari pihak kepolisian juga melakukan operasi cipta kondisi terutama di daerah Gunung Tabur yang menjadi salah satu daerah perlintasan," katanya.

Untuk menekan angka peredaran narkotika di Kabupaten Berau, pihaknya berharap ada kerjasama masyarakat dalam hal memberi informasi jika memang mengetahui atau melihat adanya orang yang bermain-main dengan narkotika.

"Kerjasama masyarakat juga penting, kalau memang mengetahui, beri informasi kepada pihak kepolisian agar bisa segera ditindak lanjuti," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia