Pengurus Koperasi Akbar Mandiri Diduga Salah Gunakan Tanda Tangan Kepala Kampung Talisayan

TANJUNG REDEB – Selain dugaan penyalahgunaan dana plasma yang dilakukan pengurus Koperasi Akbar Mandiri, Kecamatan Talisayan. Kini muncul dugaan lain, yakni penyalahgunaan tanda tangan Kepala Kampung Talisayan untuk menyetujui penambahan jumlah anggota yang dianggap fiktif. Hal itu diungkapkan langsung Kepala Kampung Talisayan, Yamsir kepada beraunews.com. 

Yamsir mengatakan, Selasa (14/6/2016) kemarin, ia dipanggil Polres Berau untuk memberikan keterangan terkait penambahan jumlah anggota Koperasi Akbar Mandiri dari jumlah yang sah 254 menjadi 320 orang. Padahal, ia sendiri tidak tahu kalau ada penambahan jumlah anggota dan tidak pernah dilibatkan dalam penambahan tersebut.

“Kemarin saya di panggil ke Polres Berau untuk diminta keterangan terkait tanda tangan saya yang menyetujui adanya penambahan jumlah anggota. Padahal saya tidak pernah tahu kalau ada penambahan jumlah dan setahu saya tidak bisa di tambah,” ungkapnya.

Terkait tanda tangannya yang ada didaftar hadir tersebut, Yamsir mengaku ia memang menandatangani pertemuan yang digelar pihak pengurus pada tahun 2014 lalu itu. Namun, saat itu rapatnya bukan membahas masalah penambahan jumlah anggota melainkan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Kalau tanda tangan saya yang ada di daftar hadir memang saya yang tanda tangan. Tapi itu agendanya RAT bukan membahas penambahan jumlah anggota dan saya juga masih simpan bukti tersebut,” bebernya lagi.

Yamsir menceritakan, sejak awal pembentukan pihaknya memang sempat menjadi pengurus di koperasi tersebut. Namun tak ada informasi atau keterangan yang jelas, setelah 1 tahun lebih koperasi berjalan ternyata ia dan 1 orang pengurus lainnya sudah dikeluarkan tanpa adanya pemberitahuan.

“Saya sudah 1 tahun dikeluarkan baru tahu. Pantas saja setiap ada agenda rapat dengan anggota, kami tidak pernah dilibatkan dan setelah saya mau dilantik jadi Kepala Kampung barulah saya mengajukan surat pengunduran diri  tercatat sejak tanggal 2 April 2012 lalu,” tambahnya.

Yamsir berharap pihak kepolisian bisa menuntaskan dan mengusut kasus ini dengan serius. Karena, tindakan yang dilakukan pengurus sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat banyak. Padahal banyak masyarakat Talisayan yang ekonominya rendah dan sangat mengharapkan dana plasma yang diperoleh dari PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation itu.

“Saya sempat marah dengan para pengurus saat di Polres. Perbuatan mereka ini sudah keterlaluan, mereka tidak memikirkan warga yang kesusahan dan yang hanya mengharap dana plasma ini. Polisi harus usut tuntas dan siapa saja yang menjadi dalang dari permainan para pengurus ini,” tutupnya.(dws)