Tersangka di Dor, Orang Tuanya Adukan Polisi Ke Posbakumadin

 

TANJUNG REDEB – Dua dari empat pelaku pencurian kendaraan bermotor yang diamankan Polres Berau, Rabu (21/12/2016) lalu sempat diberi timah panas oleh pihak kepolisian. Akibat tembakan yang dilayangkan oleh polisi, orang tua pelaku merasa keberatan.

Wartiah, orang tua dari Ender (19), warga Kampung Suka Murya, Kecamatan Talisayan mengatakan, ia heran mengapa anaknya ditembak oleh polisi. Padahal saat diamankan di Polsek Talisayan dan dibawa ke Polres Berau masih dalam kondisi baik-baik saja.

“Kenapa anak saya ditembak, padahal dari Talisayan dibawa ke Polres Berau itu baik-baik saja,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com saat ia mengadu ke Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin).

Dikatakanya, dari keterangan yang ia dapat dari anaknya, ia ditembak oleh polisi pada malam hari, saat para tahanan lain sedang tidur. Selain itu, ia ditembak sendiri di daerah Jalan Durian III, dekat RSUD dr. Abdul Rivai.

“Saya sudah ketemu dengan anak saya itu, dia bilang dia dibawa polisi malam-malam dan ditembak di dekat rumah sakit,” tambahnya.

BACA JUGA : 3 Orang Sindikat Curanmor Berhasil Dibekuk Polisi

Wartiah menyadari jika apa yang dilakukan anaknya tersebut memang salah. Namun, mengapa anaknya diperlakukan seperti itu, dan dirinya juga meminta untuk dilakukan rekonstruksi penangkapan anaknya.

“Saya dating kesini (Posbakumadin) untuk meminta bantuan terkait apa yang dialami anak saya, dan saya berharap ada rekonstruksi agar saya tahu bagaimana anak saya bisa ditembak,” bebernya.

Ditempat yang sama, Perwakilan Posbakumadin, Burhanuddin mengatakan, jika aduan orang tua korban penembakan tersebut akan didalami dan diinvestigasi oleh pihaknya. Namun, pihaknya meminta agar orang tua korban membuat laporan resmi dengan membawa identitas diri.

“Kami terima aduan itu tadi, dan kalau bisa dia siapkan identitas dan kelengkapan lain dan selanjutnya akan kami proses,” terangnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa mengatakan, jika memang pelaku bernama Ender tersebut ditembak oleh polisi. Pasalnya yang bersangkutan berupaya kabur saat diminta menunjukkan dimana lokasi-lokasi tempat mereka melakukan pencurian.

“Banyak barang bukti yang belum kami temukan pemiliknya. Jadi kami minta pelaku ini menunjukkan dimana lokasi mereka melakukan pencurian, tapi karena berupaya kabur maka kami lumpuhkan,” terangnya.

Selain itu, Damus menambahkan jika pelaku merupakan residivis dan jaringan yang cukup lama beraksi. Saat ini baru 6 unit kendaraan bermotor yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, dan masih ada 8 unit lagi yang belum ditemukan dan para pelaku belum bersedia menunjukkan lokasinya.

Para pelaku juga diakuinya cepat menghilangkan jejak. Pasalnya, dua pelaku yakni Ender dan kakaknya bekerjasama. Saat sang kakak mendapat barang di Tanjung Redeb, maka si adik langsung membawa ke luar Tanjung Redeb.

“Beberapa hari terakhir kami bawa dia untuk tunjukkan lokasi, tapi dia bilang kalau lupa dimana saja. Kami juga membawa ke beberapa tempat korban-korban pencurian untuk memudahkan pelaku mengingat tempat mereka mencuri,” pungkasnya.(Dedy Warseto)