Polsek Tanjung Redeb, Obok-Obok Pedagang Kembang Api dan Petasan

TANJUNG REDEB – Dipimpin langsung Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto. Polsek Tanjung Redeb menggelar razia petasan dan kembang api jenis petasan yang mengeluarkan suara ledak, sekitar pukul 16.00 Wita, tadi.

Pantauan beraunews.com dilapangan, tim melakukan razia dikawasan Jalan APT Pranoto tepatnya di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah dan juga di Jalan Milono tepat di area Taman Sanggam. Dari dua lokasi tersebut, tim berhasil mengamankan puluhan jenis kembang api dan petasan yang mengeluarkan suara ledakan.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) ini dilakukan karena masih maraknya oknum yang bermain petasan yang sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kita gelar operasi ini karena masih banyaknya terdengar suara ledakan baik di pemukiman masyarakat maupun di tempat-tempat ibadah. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan dan kekhusyuan masyarakat saat beribadah," ujarnya.

Dikatakannya, dalam pemeriksaan barang dagangan milik penjual kembang api ini. tim mengecek apakah barang yang dijual sudah sesuai dengan nota pembelian atau memiliki ijin edar dari Polda Kaltim.

"Kita cek satu persatu jenis dari kembang api yang dijual oleh pedagang. Kami akan cocokkan dengan nota yang mereka pegang apakah barang tersebut memiliki izin apa tidak, jika tidak maka barang akan disita," sambungnya.

Irianto mengimbau agar masyarakat bisa mengontrol anak-anak mereka agar tidak membeli dan bermain petasan atau kembang api yang mengeluarkan suara. Karena hal itu dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

"Kita juga belajar dari beberapa kasus yang terjadi di luar daerah. Banyak yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius akibat bermain petasan. Para pedagang yang barangnya di sita dalam operasi ini juga akan di panggil besok untuk menunjukkan surat ijin dagang mereka," katanya.

Salah seorang pedagang yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan, barang yang ia jual sudah memiliki nota dari agen atau distributor. Namun saat pemeriksaan ini memang tidak bisa menunjukkan karena nota tersebut ada pada suaminya.

"Ada notanya kok, tapi masih sama suami saya, dia belum datang. Kalau masalah jenisnya yang memiliki suara keras, kami tidak tahu karena agen juga memberi barang jenis itu," tutupnya.(dws)