Asik Konsumsi Miras, 4 Orang Diamankan Tim Gabungan

 

 

TANJUNG REDEB – Tim gabungan Polsek Tanjung Redeb, Kodim 0902/TRD, POM dan Satpol PP melaksanakan giat Cipta Kondisi (Cipkon) dan pengecekan situasi Kamtibmas di beberapa gereja di Tanjung Redeb, sekitar pukul 20.30 Wita, Kamis (22/12/2016).

Pantauan beraunews.com di lapangan, dalam giat tim bergerak dari kantor Satpol PP menuju beberapa gereja yang ada di Tanjung Redeb. Tim mengecek pelaksanaan ibadah yang dilakukan menjelang natal.

Selain itu, tim melakukan penyisiran di beberapa tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti Jalan Pulau Derawan dan Jalan Achmad Yani. Dalam penyisiran ini, tim mendapatkan empat orang warga yang tengah nongkrong sambil mengkonsumsi minuman keras.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, giat ini dilakukan dalam rangka operasi lilin mahakam 2016. Bekerjasama dengan beberapa satuan lain melakukan pengecekan dibeberapa gereja dan penyisiran yang ditargetkan untuk mengantisipasi peredaran minuman keras.

BACA JUGA : Operasi Lilin Mahakam 2016 Dimulai, Polisi Razia Miras Legal dan Ilegal

"Dalam penyisiran ini kami temukan 4 warga yang tengah mengkonsumsi miras yang disimpan dalam botol air mineral dan dicampur minuman bersoda. Selanjutnya ke empat orang ini kami amankan untuk diperiksa," ungkapnya kepada beraunews.com.

 

Dikatakannya, empat pelaku yang diamankan ini akan diperiksa terkait dari mana asal usul miras yang mereka konsumsi. Selanjutnya informasi dari ke empat orang ini akan dikembangkan guna mencari para penjual miras tersebut.

"Kami akan kembangkan informasi dari dia, dan akan kami selidiki agar bisa ungkap peredaran miras ini," tambahnya.

Giat ini sendiri masih akan dilakukan oleh tim hingga pergantian tahun nantinya. Beberapa tempat-tempat yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat menjadi target untuk dilakukan pemeriksaan.

"Giat ini kita akan lanjutkan lagi hingga pergantian tahun, hal ini demi menciptakan rasa aman dan nyaman di wilayah kabupaten berau dalam suasana natal dan tahun baru," pungkasnya.(Dedy Warseto)