Ini Alasan Pelaku Bacok Pasutri

TALISAYAN – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Pd (50), warga Talisayan yang membacok pasangan suami isti (pasutri) berinisial Sp (35) dan An (30) terkait alasan pelaku nekat membacok korban, aparat kepolisian mendapat kesimpulan jika pelaku sempat merasa terancam.

Kapolsek Talisyaan, Iptu Faisal Hamid melalui Kanit Reskrim, Bripka Sugeng Ikhwanuddin mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku saat cekcok terjadi korban terlebih dulu mengacungkan parang kearahnya dengan melayangkan kata-kata kasar. Setelah itu, pelaku langsung pulang dan mengambil sebilah parang dari dalam rumahnya.

“Kalau pengakuannya, dia itu sempat diancam juga dengan parang oleh pelaku. Karena sakit hati, pelaku langsung pulang dan mengambil parang di dalam rumahnya,” ujarnya kepada beraunews.com.

Dikatakan Sugeng, setelah membacok pasutri itu, pelaku langsung menghilang beberapa hari dan ternyata pelaku hanya berada di dalam kebun sawit tanpa berinteraksi dengan satu orang pun. Karena merasa kepalaran, pelaku kemudian muncul dan menyerahkan diri ke Mapolsek.

“Sebelum dia menyerahkan diri ternyata dia sempat ke warung penjual takjil untuk makan karena kondisinya sangat lapar sekali,” tambahnya.

Ditambahkannya, sebelumnya pelaku sudah menyerahkan diri ke Polsek Talisayan namun tidak beserta alat bukti yang digunakan pelaku. Namun, kemarin (13/6/2016) tim Polsek beserta pelaku sudah berhasil mengamankan alat bukti tersebut.

“Kemarin setelah kami amankan pelaku, kami langsung membawa pelaku untuk menunjukkan dimana pelaku pembuang parang setelah melakukan pembacokan,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Polres Berau. Sementara korbannya pun baru akan dimintai keterangan pada esok hari.

“Pelaku kita titipkan di Polres Berau, sementara korban baru akan kita minta keterangannya esok hari,” pungkasnya.(dws)